Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Teliti! Website Eror dan NISN Ganda Jadi Tantangan dalam Proses PPDB 2024

Winda Atika Ira Puspita • Sabtu, 29 Juni 2024 | 22:53 WIB
Kendala PPDB 2024.
Kendala PPDB 2024.

RADAR JOGJA - Setiap tahun, sekolah-sekolah di Indonesia rutin mengadakan agenda tahunan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk semua jenjang pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Proses PPDB ini sangat penting, karena merupakan langkah awal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Serta mempermudah akses informasi terkait pendaftaran siswa baru.

PPDB dapat dilakukan secara luring maupun daring. Namun, tidak jarang calon peserta didik mengalami kendala dalam pendaftaran daring.

Sehingga harus melaksanakan pendaftaran secara langsung ke sekolah yang dituju.

Di balik kesibukan PPDB ini, terdapat beberapa masalah yang perlu dibenahi agar pendidikan bisa diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa masalah dalam pelaksanaan PPDB tahun ini mencakup:

1. Website Eror

Masalah website eror ini terjadi di Jawa Barat, banyak orang tua murid mengeluhkan sulitnya mengunggah berkas persyaratan karena website yang digunakan mengalami gangguan.

Hal ini menimbulkan protes dari para orang tua yang kesulitan mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah tujuan.

2. NISN Ganda 

Permasalahan ini terjadi di Yogyakarta, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menemukan adanya puluhan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) ganda pada proses PPDB tingkat SMA.

Kepala Bagian Perencanaan Disdikpora DIY Suci Rohmadi menyatakan, bahwa sekitar 80 peserta mengalami masalah NISN ganda.

"Kasus ini merupakan kejadian baru dan perlu dievaluasi agar tidak terulang." katanya, Selasa (25/6/2024).

Masalah NISN ganda disadari sebelum proses pendaftaran dan seleksi dimulai, sehingga masih ada waktu untuk menyelesaikannya.

Kesalahan ini terjadi karena faktor sistem input data yang kurang tepat atau kesalahan dari pihak sekolah yang salah dalam memasukkan NISN siswa.

Koordinator PPDB Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Jogja Agus Budi Santosa mengonfirmasi, adanya temuan NISN ganda.

"Karena salah input satu angka saja dapat berpengaruh dan bisa jadi (NISN) sama dengan siswa lainnya," tambahnya.

Oleh karena itu, penting untuk selalu melakukan cross-check dan update data secara berkala.

NISN tidak pernah berubah dan berlaku sejak siswa duduk di sekolah dasar hingga lulus SMA nantinya.

Jika Anda mengalami masalah saat pendaftaran sekolah atau PPDB, segeralah hubungi pihak terkait agar masalah tersebut dapat segera diatasi dan tidak berdampak lebih luas pada calon siswa lainnya.

Penting bagi semua pihak yang terlibat dalam proses PPDB untuk lebih teliti dan memastikan data yang diinput benar dan akurat.

Dengan demikian, diharapkan proses penerimaan siswa baru dapat berjalan dengan lancar dan efisien, serta memastikan bahwa pendidikan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. (Bayu Prambudi Susilo)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#NISN Siswa #Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) #daring #Website Eror #calon peserta didik #Luring #NISN Ganda #input data #Pendidikan #PPDB #Disdikpora DIY #pendaftaran siswa baru #semua jenjang pendidikan