RADAR JOGJA - Membayar zakat merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim.
Zakat bagian dari rukun Islam yang ke empat.
Waktu zakat dilaksanakan pada akhir Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri atau sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri.
Kewajiban zakat tertera dalam sebuah hadis Ibnu Umar. R.A.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِي اللهُ عَنْهُمَا قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَاْلأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ [رواه البخاري]
Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata: Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas budak, orang merdeka, laki-laki, wanita, baik kecil maupun besar, dari golongan Islam dan beliau menyuruh membagikannya sebelum orang pergi shalat Id. (HR al Bukhari)
Selain itu berdasarkan Hadits Abdullah Ibn Umar RA:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍمِنَ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ أَوْ رَجُلٍ أَوِ امْرَأَةٍ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ
Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitri pada bulan Ramadhan atas setiap jiwa orang Muslim, baik merdeka ataupun budak, laki-laki ataupun wanita, kecil ataupun besar, sebanyak satu sha’ kurma atau gandum. (HR Muslim)
Zakat Fitrah bukan sekadar menjalankan kewajiban tetapi sarana penyucian diri setelah menjalankan rukun Islam yang ketiga Puasa di bulan Ramadan.
Serta bentuk kepedulian sosial kepada sesama.
Adapun yang harus diperhatikan dalam menjalankan Zakat Fitrah:
Beragama Islam
Masih hidup
Memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri.
Adapun besaran Zakat Fitrah adalah 2,5 kilogram atau liter beras per jiwa, atau bisa juga diganti dnegan makanan pokok setempat.
Serta bisa juga diganti dengan uang senilai bahan pokok tersebut.
Mengenai nominal, di setiap wilayah memiliki harga bahan pokok yang berbeda, sehingga dapat menyesuaikan sesuai daerah masing-masing. (mel)
Editor : Meitika Candra Lantiva