MUNGKID - Santri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Kabupaten Magelang memanfaatkan bulan Ramadan dengan mengelola sebuah coffee shop sebagai sarana belajar kewirausahaan. Usaha tersebut bagian dari pembelajaran praktik bisnis dan kemandirian ekonomi.
Coffee shop itu berada di lingkungan pondok yang terletak di Dusun Gadingsari, Mangunsari, Sawangan. Selama Ramadan, tempat tersebut menjadi ruang praktik bagi para santri untuk mempelajari berbagai aspek usaha, mulai dari pelayanan pelanggan, pengelolaan keuangan, hingga manajemen operasional.
Pembimbing coffee shop Gontor 5, Aryo Garudo mengatakan, kegiatan itu tidak sekadar membuka usaha kedai kopi, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter dan keterampilan bagi para santri.
Mereka dilatih untuk memahami proses bisnis secara menyeluruh, mulai dari menyiapkan produk hingga mengelola sistem usaha. "Dari situ mereka memahami proses kerja, tanggung jawab, hingga manajemen usaha," kata Aryo, Jumat (6/3).
Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan mental kemandirian kepada para santri sejak dini. Dalam praktiknya, santri dilibatkan dalam berbagai tugas seperti menyiapkan bahan baku, melayani pembeli, hingga mengatur operasional kedai.
Pengalaman langsung tersebut penting agar para santri memahami tantangan usaha secara nyata. Mereka belajar menghadapi proses, termasuk belajar dari kesalahan. Harapannya ketika nanti terjun di masyarakat, mereka sudah memiliki bekal keterampilan dan mental yang kuat.
Selain sebagai tempat praktik kewirausahaan, coffee shop tersebut juga menjadi ruang interaksi antara santri dan masyarakat sekitar. Pengunjung yang datang tidak hanya menikmati minuman, tetapi juga melihat langsung aktivitas para santri yang sedang belajar mengelola usaha.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pendidikan pesantren yang tidak hanya menekankan pembelajaran keagamaan, tetapi juga penguatan keterampilan hidup. Praktik usaha semacam ini juga menjadi cara untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan kejujuran dalam berbisnis.
"Yang ingin kami bangun bukan hanya kemampuan berjualan, tetapi juga sikap amanah dan disiplin dalam bekerja," lontarnya.
Selama Ramadan, lanjut dia, coffee shop tersebut beroperasi untuk melayani pengunjung dari lingkungan pondok maupun masyarakat sekitar. Aktivitas ini sekaligus menjadi sarana bagi santri untuk menerapkan pembelajaran kewirausahaan secara langsung di lapangan. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo