Kita sering kali bingung dengan anjuran berbuka dengan yang manis-manis tapi takut kebanyakan gula.
Di Podcast Log In Episode 26 yang dipandu Habib Jafar, Boris Bokir, dan Onad, dr. Tirta memberikan tips sederhana tapi penting, agar momen berbuka di Ramadan tetap menyenangkan dan menyehatkan.
“Berbukalah dengan yang manis-manis, biasanya kurma jadi pilihan utama, tapi kalau tidak ada, bisa diganti yang manis-manis.” ujar Habib Jafar. Lalu, dr. Tirta menjelaskan perbedaan antara manis alami dan manis buatan.
“Manis dari buah, seperti pisang, kurma, atau apel, bagus karena langsung diolah tubuh. Tapi manis dari sirup atau susu kental manis sebaiknya tidak dikonsumsi terus-menerus, karena bisa membebani pankreas,” jelas dr. Tirta.
Ia menambahkan, sesekali menikmati es buah dengan sirup atau susu kental manis tidak masalah, asal tidak dijadikan kebiasaan harian.
Podcast ini juga menyinggung tentang tren es buah Ramadan.
“Buah dicampur di es buah tetap bermanfaat. Yang kurang disarankan itu sirup dan susu kental manis kalau dikonsumsi terus-menerus,” kata dr. Tirta sambil bercanda soal “susu kental manis” yang kini hampir tak ada susunya.
Tips praktis ini bisa langsung dicoba. Dengan memilih manis alami dan membatasi pemanis buatan, tubuh tetap mendapatkan energi setelah seharian berpuasa, tapi kesehatan juga akan tetap terjaga.
dr. Tirta menekankan, kunci Ramadan yang sehat adalah seimbang antara manis alami dan sedikit manis “boleh banget” dari sirup atau susu kental manis.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.