Menurut dr. Tirta, olahraga berat paling aman setelah berbuka. “Kita sudah mendapat energi, jadi kemungkinan pingsan lebih kecil,” ujarnya.
Aktivitas ini bisa dilakukan setelah Maghrib, Isya, atau bahkan setelah tarawih di rumah. Dengan cara ini, tubuh tetap bugar tanpa risiko dehidrasi.
Bagi yang ingin olahraga sebelum berbuka, dr. Tirta memberi catatan penting yaitu jangan terlalu dipaksakan.
“Menjelang berbuka, gula darah rendah dan tubuh sangat kekurangan air. Jadi olahraga sebelum berbuka sebaiknya santai, kurang dari satu jam, dan keringat yang keluar harus sedikit. Kalau dipaksakan, risiko blackout bisa terjadi,” ujarnya.
Ada juga pilihan untuk olahraga ringan setelah sahur. Bagi yang fisiknya kuat, ini aman karena hormon tubuh dan pankreas sedang optimal.
Tapi dr. Tirta menekankan, “Kalau keringat berlebihan, siang itu pasti haus banget. Keringat itu bukan kalori, tapi jumlah air yang hilang.”
Penjelasan ini bisa jadi jawaban bagi banyak orang yang ingin tetap aktif di Ramadan tapi takut lemas atau pingsan.
Kuncinya itu pilih waktu yang tepat, sesuaikan intensitas, dan perhatikan asupan cairan.
Dengan begitu, tubuh tetap bugar, ibadah tetap lancar, dan momen Ramadan pun lebih sehat dan menyenangkan.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.