Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ramadan Solo: Tips Puasa Sendiri Jauh dari Keluarga

Bahana. • Minggu, 1 Februari 2026 | 10:05 WIB

Terhubung dengan Keluarga Melalui Video Call Saat Berbuka Puasa (Pinterest)
Terhubung dengan Keluarga Melalui Video Call Saat Berbuka Puasa (Pinterest)
Menjalani Ramadan jauh dari keluarga adalah pengalaman yang penuh tantangan. Tidak ada kehangatan berbuka bersama, sahur yang ramai, atau tarawih berjemaah dengan orang-orang terdekat.

Perasaan rindu dan kesepian sering menyelinap, terutama bagi mereka yang baru pertama kali merantau.

Merantau adalah bagian dari proses menggapai tujuan hidup, dan berpisah sementara dari keluarga adalah konsekuensi yang harus dijalani.

Ramadan di perantauan bukan sebagai kekurangan. Ingat bahwa jarak fisik tidak mengurangi doa orang tua dan keluarga. Justru di saat inilah kualitas keimanan diuji, apakah ibadah tetap terjaga meski tanpa pengawasan keluarga.

Tips Praktis Menjalani Puasa Sendiri

1. Atur Menu Sahur dan Berbuka yang Sederhana

Memasak sendiri di perantauan memang tidak semudah di rumah, tetapi bukan berarti harus ribet.

Siapkan menu sahur sederhana. Manfaatkan meal prep atau memasak dalam jumlah lebih banyak untuk beberapa kali makan dan simpan di kulkas. Saat sahur atau berbuka, tinggal menghangatkan.

Cara ini menghemat waktu dan tenaga. Jika tidak sempat memasak, tidak ada salahnya sesekali membeli makanan.

2. Buat Rutinitas Ibadah Pribadi

Buat jadwal ibadah harian yang jelas agar terhindar dari godaan malas beribadah. Tentukan target, misalnya tarawih di masjid setiap malam, membaca Al-Quran minimal dua halaman per hari, atau menambah doa dan zikir setelah salat. Manfaatkan juga kajian online melalui media sosial dan aplikasi.

3. Tetap Terhubung dengan Keluarga

Teknologi memudahkan komunikasi meski terpisah jarak. Jadwalkan video call keluarga saat berbuka atau sahur. Meski tidak bisa makan bersama secara fisik, setidaknya masih bisa berbagi cerita dan melihat wajah satu sama lain.

4. Membangun Komunitas Baru

Salah satu cara terbaik mengatasi kesepian adalah bergabung dengan komunitas. Cari tahu jadwal tarawih di masjid terdekat dan usahakan salat berjamaah.

Di masjid, kita bisa bertemu dengan sesama muslim dan membangun pertemanan baru. Selain itu, mengikuti kegiatan sosial yang diselenggarakan komunitas muslim di sekitar.

Berbagi dengan sesama tidak hanya memberi manfaat bagi orang lain, tetapi juga membuat Ramadan terasa lebih bermakna.

5. Menjaga Semangat hingga Akhir Ramadan

Tetapkan target pribadi yang ingin dicapai selama Ramadan. Misalnya, khatam Al-Quran, menghafal doa-doa tertentu, atau memperbaiki kualitas salat. Target yang jelas membuat Ramadan lebih terarah dan bermakna.

Ramadan jauh dari keluarga memang berat, tetapi bukan tanpa hikmah. Di sinilah kita belajar bahwa ibadah bukan tentang kemeriahan, tetapi tentang keikhlasan dan kedekatan dengan Allah.

Dengan persiapan yang matang, menjaga komunikasi dengan keluarga, dan membangun komunitas baru, Ramadan di perantauan tetap bisa dijalani dengan penuh makna.

Penulis: Adzkia Fahdila Khairunisa

Editor : Bahana.
#Ramadan 2026 #Puasa Ramadan #ramadan