Ngantuk adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi banyak orang saat berpuasa. Rasa kantuk yang berat, terutama di siang hari, seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini wajar terjadi karena beberapa faktor seperti dehidrasi, penurunan kadar gula darah, serta perubahan pola tidur. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa tetap segar dan produktif sepanjang hari meski sedang berpuasa.
Dehidrasi menjadi faktor utama karena tubuh tidak mendapat asupan cairan selama lebih dari 12 jam.
Kekurangan cairan membuat darah menjadi lebih kental, aliran oksigen ke otak berkurang, dan akibatnya tubuh merasa lelah dan mengantuk.
Kadar gula darah yang menurun juga berperan besar. Otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama. Ketika kadar gula darah turun, otak memberikan sinyal kelelahan dan mengantuk sebagai mekanisme pertahanan. Kondisi ini biasanya memuncak di siang menjelang sore hari.
Perubahan pola tidur akibat harus bangun sahur juga mengganggu. Kebanyakan orang harus memotong jam tidur malam untuk bangun sahur, lalu langsung tidur lagi setelahnya. Pola tidur yang terpotong ini membuat kualitas istirahat berkurang dan tubuh tidak segar saat bangun pagi.
Sahur adalah fondasi penting untuk menjalani puasa dengan energi yang cukup. Pemilihan menu sahur sangat menentukan seberapa segar Anda sepanjang hari. Pilih menu sahur yang kompleks dan dicerna lebih lambat sehingga energi bertahan lama.
Konsumsi protein karena sangat penting untuk menjaga kenyang dan energi. Serat dari sayuran dan buah-buahan membantu pencernaan dan membuat kenyang lebih lama. Hidrasi optimal saat sahur tidak kalah penting.
Jangan hanya minum satu atau dua gelas air saat sahur. Idealnya, minum 2-3 gelas air putih saat bangun sahur, 1-2 gelas saat makan, dan 1 gelas menjelang imsak.
Waktu sahur juga perlu diperhatikan. Jangan terlalu mepet dengan imsak agar tubuh punya waktu mencerna makanan dengan baik.
Setelah sahur, jangan langsung tidur lagi karena ini bisa membuat pencernaan terganggu dan tubuh tidak segar saat bangun. Lebih baik lakukan aktivitas ringan seperti sholat subuh, baca buku, atau persiapan untuk aktivitas seharian.
Di pagi hari sebelum mulai beraktivitas, lakukan peregangan ringan atau stretching selama 5-10 menit. Gerakan ini membantu melancarkan peredaran darah dan membuat tubuh lebih segar.
Di rumah, sekolah, kampus, atau tempat kerja usahakan tetap bergerak dan tidak duduk terlalu lama dalam satu posisi. Setiap 30-60 menit, berdiri sebentar, jalan-jalan ringan, atau lakukan peregangan singkat. Duduk terlalu lama justru membuat tubuh lebih cepat lemas dan mengantuk.
Hindari berada di ruangan yang pengap atau terlalu hangat karena ini sangat memicu kantuk. Buka jendela agar sirkulasi udara lancar, atau gunakan kipas angin.
Suhu ruangan yang sejuk dan udara yang segar membantu menjaga kewaspadaan. Jika memungkinkan, sesekali keluar ruangan untuk menghirup udara segar di luar.
Atur posisi duduk dengan benar, jangan membungkuk atau bersandar terlalu nyaman karena ini membuat tubuh dalam mode istirahat.
Duduk tegak dengan punggung lurus membantu menjaga kewaspadaan dan fokus. Cahaya yang cukup terang juga penting, karena ruangan yang remang-remang akan memicu kantuk lebih cepat.
Siang hingga sore adalah waktu paling kritis di mana kantuk mencapai puncaknya. Tidur siang singkat selama 15-20 menit sangat efektif mengembalikan energi tanpa membuat Anda terlalu pulas.
Jangan tidur lebih dari 30 menit karena justru akan membuat tubuh masuk ke fase tidur dalam dan bangun dalam keadaan lebih lemas.
Lakukan gerakan ringan seperti mengangkat tangan ke atas dan meregangkan tubuh, memutar bahu, atau gerak-gerakan kecil di tempat duduk. Gerakan fisik sekecil apapun membantu mengusir kantuk karena mengaktifkan otot dan meningkatkan sirkulasi darah.
Penulis: Adzkia Fahdila Khairunisa
Editor : Bahana.