Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Laris Manis Pendakwah saat Ramadan; Sehari Bisa Tiga Lokasi, Materi Gus Black Dibuat Berbeda agar Tak Monoton

Khairul Ma'arif • Sabtu, 22 Maret 2025 | 14:25 WIB

 

Pendakwah Gus Black
Pendakwah Gus Black
 

BANTUL - Ramadan banyak diisi kegiatan positif keagamaan hingga mengundang para pendakwah. Para ustaz, dai, penceramah pun kebanjiran panggilan untuk mengisi pengajian atau kajian di berbagai tempat. Bagaimana mereka membagi waktu, mempersiapkan materi hingga soal stamina?

 

Para ustaz atau dai muda laris manis saat Ramadan tiba. Mereka diminta untuk mengisi kajian di berbagai tempat. Ya, menjelang berbuka puasa, tarawih atau sehabis Subuh biasanya diisi kultum yang mendatangkan pemuka agama sebagai pengisi.

Seperti yang dijalani seorang pendakwah dari Bantul, Muhammad Andik yang jadwal mengisi ceramahnya meningkat drastis. Menurutnya, saat momen-momen hari biasa jadwal dakwahnya biasa sepekan sekali untuk mengisi sejumlah pengajian di berbagai majelis taklim.

"Kalau Ramadan setiap hari ngisi ceramah, jelang berbuka, tarawih atau sehabis Subuh," katanya Jumat (14/3).

Dia mengakui, selama Ramadan setiap hari mengisi ke berbagai masjid di DIJ, bahkan sampai tiga kali sehari. Seperti saat Jumat (14/3) malam itu, pria yang biasa disapa Gus Black ini mengisi ceramah tarawih di salah satu masjid di Palagan, Sleman. Jarak tempuhnya cukup jauh dari rumahnya di Trirenggo, Bantul.

Menurutnya, ketika lokasi masjidnya jauh dengan tempat tinggalnya, nanti saat kajian jelang berbuka puasa akan dipasrahkan ke pendakwah lainnya. Itu sebagai upaya agar untuk menuju ke masjid tidak terlambat. "Soalnya kan jarak berbuka dengan waktu tarawih berjamaah pendek. Kalau dari Bantul takut telat," sambungnya.

Di saat hari-hari biasa atau bukan Ramadan, ketika tidak mengisi pengajian mingguan, Gus Black tinggal di pondok pesantrennya dengan mengajar santrinya. Pria lulusan ISI Jogjakarta ini merupakan pengasuh Ponpes Raudhotul Hikam atau biasa disingkat Pesantren Ruhi. "Materi yang saya sampaikan beda-beda setiap harinya,” tuturnya.

Menurutnya, setiap materi yang disampaikan tidak monoton itu-itu saja meskipun dalam sehari mengisi sampai tiga kali. Tema yang diangkat selalu berbeda-beda dan tidak selalu terkait Ramadan.

Gus Black mengungkapkan, tema yang biasanya diangkat ketika berceramah tentang pembersihan jiwa, hati, dan pikiran. "Saya lebih banyak berbicara tentang tasawuf atau hakikat tetapi juga sesekali bicara syariat karena itu juga penting,” ucapnya.

Baca Juga: Prediksi Uruguay vs Argentina Kualifikasi Piala Dunia Amerika Selatan Sabtu 22 Maret Kick Off 06.30, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Pria yang juga menjadi dosen Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Design ISI Jogjakarta ini menilai, ilmu keagamaan itu sangat luas materinya. Tidak terbatas dan bisa berbagai hal agar tidak monoton itu-itu saja.

Menurutnya, ketika Ramadan yang harus dijaga berkaitan dengan kesucian hati. Bahwa menahan sesuatu tidak hanya lapar dan dahaga, tetapi perbuatan buruk di mata Allah SWT. Latar belakangnya sebagai mahasiswa seni dapat menjadi pendakwah mengalir saja. (rul/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#pengajian #black #ISI Jogjakarta #Gus #pendakwah #tarawih #Bantul #ramadan