RADAR JOGJA - Puasa memiliki hubungan yang erat dengan proses yang disebut autophagy, yaitu mekanisme tubuh dalam membersihkan dan memperbaiki sel-sel yang rusak.
Selama puasa, tubuh mengalami kekurangan pasokan energi dari makanan, yang memicu sel untuk mulai mengaktifkan proses autophagy.
Autophagy adalah proses di mana sel memecah dan mendaur ulang komponen-komponen yang rusak atau tidak diperlukan.
Ini termasuk protein yang rusak, organel sel yang tidak berfungsi dengan baik, atau bahan lain yang bisa mengganggu fungsi sel yang optimal.
Proses ini penting untuk mempertahankan kesehatan sel dan membantu tubuh beradaptasi dengan keadaan kekurangan nutrisi.
Beberapa manfaat dari autophagy yang dipicu oleh puasa antara lain, membantu memperbaiki dan mengganti komponen sel yang rusak.
Komponen sel ini bisa mencegah perkembangan penyakit, termasuk kanker dan gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan, yang berhubungan dengan pencegahan penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2.
Dengan membuang sel-sel yang rusak dan menggantinya dengan sel yang lebih sehat, autophagy dapat memperlambat proses penuaan tubuh.
Proses autophagy biasanya dimulai setelah tubuh kehabisan cadangan energi yang ada, yang biasanya terjadi setelah beberapa jam atau hari puasa.
Dalam praktiknya, puasa intermiten (seperti 16 jam puasa dan 8 jam makan) atau puasa yang lebih lama dapat memicu proses autophagy.
Tips Clean Eating
Clean eating adalah pola makan yang menekankan konsumsi makanan alami, minim proses, dan bernutrisi tinggi.
Prinsip utamanya adalah memilih makanan utuh seperti sayur, buah, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan lemak sehat, serta menghindari makanan olahan, gula tambahan, dan bahan aditif buatan.
Tujuannya adalah untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan dengan memberi tubuh nutrisi yang lebih murni dan alami.
Berikut tips clean eating untuk kamu yang akan berpuasa:
1. Berbuka puasa dengan air putih hangat
Berbuka puasa dengan air putih hangat bermanfaat untuk membantu rehidrasi tubuh secara perlahan, mendukung pencernaan, dan mencegah gangguan pencernaan seperti kembung.
Selain itu, air hangat dapat membantu melancarkan peredaran darah dan memberi rasa nyaman bagi lambung yang kosong seharian.
2. Berbuka dengan yang manis alami
Manis menjadi sumber energi yang cepat untuk tubuh, namun manis yang sehat adalah manis yang alami seperti kurma, madu, buah-buahan, dan ubi manis.
Selain menjadi sumber energi, manis alami baik untuk pencernaan, menyediakan vitamin, dan memberi energi tahan lama, cocok untuk mengembalikan kadar gula darah saat berpuasa.
3. Jeda setelah berbuka puasa
Berikan jeda setelah berbuka puasa, agar perut mencerna air hangat dan makanan manis alami.
Diberikannya waktu jeda sebelum makan makanan berat bertujuan untuk mencegah pencernaan kaget setelah perut kosong seharian.
Memberikan jeda setelah berbuka puasa juga untuk memberikan ruang menyesuaikan kadar gula darah agar tidak naik drastis.
Serta, mengoptimalkan penyerapan nutrisi serta mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti kembung atau mual.
4. Makan berat selesai ibadah tarawih
Makan berat setelah ibadah disarankan berurutan sesuai dengan jenis makanannya mulai dari protein, kemudian serat, dan barulah yang mengandung karbohidrat.
Fungsi daripada makan berat setelah ibadah tarawih tak lain untuk menghindari rasa berat serta kantuk saat ibadah, mengoptimalkan fungsi pencernaan, menghindari naiknya asam lambung saat beraktivitas seperti ibadah tarawih.
Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun puasa dapat merangsang autophagy, manfaat ini sangat tergantung pada durasi dan jenis puasa yang dilakukan.
Selamat berpuasa untuk umat muslim dan tetap jaga kesehatan. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva