Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hukum Membatalkan Puasa dengan Alasan Cuaca Panas dalam Islam, Berikut Penjelasannya!

Silviananda Latifah Helen • Kamis, 21 Maret 2024 | 23:12 WIB
Iluistrasi membatalkan puasa dengan alasan cuaca panas begini hukum dalam Islam.
Iluistrasi membatalkan puasa dengan alasan cuaca panas begini hukum dalam Islam.

RADAR JOGJA – Hukum membatalkan puasa Ramadhan secara sengaja walaupun dengan alasan cuaca panas dalam Islam adalah suatu perbuatan yang dianggap haram.

Hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap perintah Allah SWT.

Setiap perbuatan yang sengaja membatalkan puasa, seperti makan dan minum, akan dikenakan hukuman kafarat.

Denda yang harus dibayarkan beragam, mulai dari mengqadha puasanya, atau mungkin dikenai kaffarah sebagai bentuk sanksi tambahan.

Kaffarah ini memiliki ketentuan yang mirip dengan orang yang melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadhan.

Kaffarah tersebut dapat berupa memerdekakan budak, berpuasa selama dua bulan berturut-turut, memberi makan 60 fakir miskin, atau melakukan salah satu amalan ketaatan lainnya.

Kafarat ini bertujuan untuk membersihkan dosa dan menimbulkan rasa takut agar tidak mengulangi kesalahan.

Berikut Ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan bahwa tidak diperbolehkan membatalkan puasa dengan sengaja, antara lain:

1. Surat Al Baqarah ayat 184:


اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ


"Ayyâmam ma‘dûdât, fa mang kâna mingkum marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, wa ‘alalladzîna yuthîqûnahû fidyatun tha‘âmu miskîn, fa man tathawwa‘a khairan fa huwa khairul lah, wa an tashûmû khairul lakum ing kuntum ta‘lamûn."


Artinya : (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

2. Surat Al Baqarah ayat 185:


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ


"Syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn."


Artinya : Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT mengjelaskan bahwa puasa adalah kewajiban dan tidak diperbolehkan membatalkannya tanpa alasan yang dibenarkan.

Orang yang sakit atau dalam perjalanan diberikan keringanan puasa dan harus menggantinya di luar bulan Ramadhan sebanyak hari yang ditinggalkan.

Tetapi jika cuma dengan alasan lapar, cuaca panas, dan malas puasa itu diharamkan membatalkan puasa.

Tidak boleh membatalkan puasa walaupun cuaca panas, karena puasa merupakan ibadah yang wajib dan harus dilakukan sesuai dengan syariat Islam.

Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar tidak terlalu banyak terdampak kepanasan saat berpuasa, seperti meningkatkan penggunaan air dan mengurangi penggunaan air panas.

Jika terlalu panas, orang yang berpuasa dapat mandi dengan air dingin, tetapi harus berhati-hati agar air tidak masuk ke dalam tubuh melalui rongga terbuka, seperti mulut, lubang kemaluan, lubang anus, lubang hidung dan lubang telinga.

Jika tidak dapat mengurangi kepanasan, orang yang berpuasa dapat tidur cukup dan mengambil panggilan ibadah yang diterima.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Hukum Membatalkan Puasa #cuaca panas