Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kapan Mulai Puasa? Penetapan Awal Puasa 2026 Diputuskan dalam Sidang Isbat Hari Ini

Bahana. • Selasa, 17 Februari 2026 | 11:55 WIB

Ilustrasi Ramadan.
Ilustrasi Ramadan.

Penentuan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah akan segera diumumkan oleh pemerintah melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa, 17 Februari 2026.

Mengutip dari Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) serta akun Instagram resmi Ditjen Bimas Islam Kemenag @kemenag_ri, Selasa (17/2/2026), sidang isbat digelar hari ini di Hotel Borobudur Jakarta, Jakarta Pusat.

Sidang ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bimas Islam TV dan Kemenag.

Rangkaian acara dimulai pukul 16.30 WIB dengan pemaparan seminar mengenai posisi hilal, yang selanjutnya sidang isbat dilaksanakan pada pukul 18.30 WIB.

Pemerintah selanjutnya akan menyampaikan hasil sidang isbat melalui konferensi pers. Pengumuman hasil sidang tersebut dijadwalkan pada pukul 19.05 WIB.

Mengutip dari laman Kemenag, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa sidang isbat tetap menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah.

“Kalau kita lihat sejarah bangsa Indonesia, memang sidang isbat selalu jadi faktor penentu lebaran dan puasa.

Dalam dua tahun terakhir memang ada perkembangan dan perbedaan, tetapi kita berusaha menjadi media penyatu dalam penentuan hari penting keagamaan,” ujar Menag, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa secara historis sidang isbat selalu menjadi rujukan utama di Indonesia dalam menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri.

Dalam dua tahun terakhir memang muncul perbedaan penetapan di tengah masyarakat, namun Kementerian Agama Republik Indonesia terus berupaya menjembatani perbedaan tersebut.

Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa, perbedaan metode antara ormas Islam merupakan bagian dari khazanah fikih yang telah lama dikenal.

Muhammadiyah, misalnya, dulu menggunakan hisab sebagai penentu utama dan rukyat sebagai konfirmasi. Sementara ormas Islam lainnya menjadikan rukyat sebagai dasar utama dengan dukungan hisab.

“Kementerian Agama sebagai perwakilan pemerintah tentunya perlu konfirmasi secara langsung dengan melihat posisi hilal dan diputuskan melalui sidang isbat,” tegasnya.

*Kriteria MABIMS dan Tantangan Astronomis*
Menteri Agama Nasaruddin Umar juga mengingatkan masyarakat mengenai kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) yang digunakan Indonesia bersama negara-negara anggota MABIMS, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Kriteria tersebut menetapkan:
- Ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam.
- Elongasi (jarak sudut bulan–matahari) minimal 6,4 derajat.

Menurut Menag, ketentuan ini bersifat lebih empiris karena didasarkan pada data pengamatan astronomis yang lebih akurat. Sebelumnya digunakan kriteria 2 derajat, namun berdasarkan riset, hilal pada ketinggian tersebut hampir mustahil terlihat, sehingga dinaikkan menjadi 3 derajat untuk kepastian yang lebih tinggi. Sementara elongasi 6,4 derajat merujuk pada batas fisis (Danjon Limit) yang memungkinkan hilal dapat diamati.

Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah setelah sidang isbat agar mengetahui tanggal awal puasa yang sah dan berlaku di Indonesia.

Penulus: Lutfiyah Salsabil

Editor : Bahana.
#sidang isbat #Ramadan 2026 #Puasa Ramadan #ramadan