GUNUNGKIDUL, Radar Jogja - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Gunungkidul tak mempersoalkan keputusan sejumlah pengurus lamanya yang memilih bergabung dengan Partai Nasdem. PSI menilai perpindahan kader merupakan bagian dari dinamika dan hak politik setiap orang.
Ketua DPD PSI Gunungkidul Agus Sujatmo mengatakan pihaknya menghormati pilihan politik para mantan pengurus tersebut. Ia juga memastikan PSI tidak akan membawa persoalan tersebut menjadi konflik antarpihak.
“Bagi saya itu hal yang wajar, menjaga toleransi. Kami tidak mau berkonflik. Silakan, itu hak politik semua anggota,” kata Agus, Kamis (27/8/2026).
Sikap tersebut disampaikan Agus setelah 17 pengurus PSI Gunungkidul menyatakan bergabung dengan Nasdem dalam konsolidasi internal partai tersebut, Minggu (23/8/2026). Salah satu mantan pengurus PSI, R Sukrisno, sebelumnya menyebut keputusan itu dilatarbelakangi kekecewaan terhadap perubahan struktur kepengurusan PSI.
Sukrisno mengaku dirinya bersama sejumlah pengurus telah ikut membesarkan PSI sejak Pemilu 2019 dan 2024. Mereka kemudian merasa kecewa karena tidak lagi masuk dalam kepengurusan dan disebut digantikan oleh pengurus yang lebih muda.
Namun, Agus membantah jika perpindahan tersebut disebabkan para kader lama tidak mendapatkan ruang di PSI. Menurut dia, mereka memang merupakan anggota lama, tetapi persoalannya bukan karena tidak terakomodasi.
Baca Juga: Terjadi Lima Kali, Lampu Tol Jogja-Solo Kembali Digondol Maling: Kerugian Ditaksir Rp 4,6 Juta
“Benar adanya itu anggota PSI lama, bukan karena tidak terakomodir,” ujarnya.
Agus juga tidak mempermasalahkan jika mantan kader PSI tersebut memilih bergabung dengan partai lain. Ia meminta perpindahan tersebut tidak dipandang sebagai sesuatu yang berat bagi PSI.
“Kami tidak apa-apa, tidak perlu dianggap berat,” katanya.
Terkait klaim mengenai jumlah kader yang bergabung dengan Nasdem, Agus juga tidak ingin memperdebatkannya.
Ia mengatakan orang-orang yang hadir dalam deklarasi atau terlihat dalam video belum tentu seluruhnya merupakan kader PSI yang berpindah.
“Kalau dikatakan lima yang ada di video itu ya silakan. Sebenarnya dalam acara kemarin banyak partai yang mau bergabung, bukan hanya dari PSI,” ungkapnya.
Agus menegaskan PSI memilih tetap menjaga hubungan baik dengan seluruh pihak. Menurut dia, dinamika perpindahan kader merupakan sesuatu yang biasa terjadi dalam politik sehingga tidak perlu disikapi dengan pertentangan.(cr1)
Editor : Heru Pratomo