KEBUMEN - Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R Abdullah ikut angkat bicara soal polemik yang terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dia berharap perhelatan Muktamar ke-35 dalam waktu dekat dapat menjadi momentum untuk meredam gejolak di tubuh organisasi NU.
Bagi Taufiq, muktamar NU yang akan berlangsung di Jombang pada akhir Agustus mendatang sebagai ruang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi NU.
Salah satunya, NU harus ditempatkan sebagai alat untuk kemajuan warga NU itu sendiri. "Kemajuan banyak hal, misal dari segi pendidikan, dakwah, kesehatan dan sosial dan sebagainya," bebernya selepas kegiatan di SMAN 2 Kebumen, Selasa (11/8).
Baca Juga: Gencarkan Vaksinasi PMK, Pemberian di Gunungkidul Baru Capai 39 Persen: Sasar Populasi 136 Ribu
Dia melihat, tidak sedikit pekerjaan rumah bagi NU yang perlu segera dientaskan. Disinilah muktamar menjadi tonggak untuk menentukan rencana strategis ke depan.
Taufiq juga mengingatkan pentingnya seluruh pihak menjaga NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran dalam kehidupan bermasyarakat. "Bagaimana muktamar ini bisa menjadi solusi maupun inspirasi bagi pengurus NU di wilayah dan cabang," katanya.
Dalam muktamar, lanjut Taufiq, dibutuhkan refleksi secara serius tentang perjalanan NU setidaknya selama lima tahun terakhir. Dia tak ingin dinamika yang terjadi dapat mengganggu kontribusi NU bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Jogja Fashion Week 2026 Hadirkan 15 Fashion Show, Ruang Baru Desainer Muda hingga 82 Tenant
Oleh karenanya, peserta muktamar nantinya diminta mampu mengurai benang kusut yang terjadi di internal NU yang terjadi belakangan ini. "Faktanya selama lima tahun ini NU gonjang-ganjing terus," tegas politisi PKB itu.
Menurut Taufiq, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh bilamana terdapat kesalahan dalam sistem yang diterapkan dalam NU.
Pun sama jika persoalan dipicu karena faktor kepemimpinan, maka juga perlu dilakukan perbaikan dari sisi mekanisme pemilihan pemimpin. "Dicari apa penyebab dari gonjang-ganjing. Intinya bagaimana muktamar ini sebagai forum solusi," katanya.
Baca Juga: Beasiswa Pemprov Jateng Buka Jalan Santri Kudus Kuliah Kedokteran Gigi hingga China
Disinggung pemimpin ideal bagi NU ke depan, Anggota Fraksi PKB DPR RI ini berharap akan muncul sosok yang mampu merangkul kembali kekuatan NU. Menurutnya, kekuatan NU bertebaran dimana-mana, namun praktiknya hingga hari ini belum terkonsolidasi dengan baik.
Kuncinya dibutuhkan figur pemimpin NU yang memiliki kemampuan konsolidasi dan koordinasi dengan lintas tokoh. "Masing-masing tokoh sekarang berjalan sendiri dan cuek dengan organisasi, itu karena kepemimpinan. Itu butuh figur yang merangkul," ujarnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo