Banteng Kebumen Peringati Peristiwa Kudatuli, Bentuk Refleksi Kenang Sejarah Kelam Masa Lalu

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 21:45 WIB
REFLEKSI: Kader PDI Perjuangan Kebumen menggelar peringatan peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli sebagai refleksi perjuangan tokoh partai terdahulu. (M Hafied/Radar Jogja)
REFLEKSI: Kader PDI Perjuangan Kebumen menggelar peringatan peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli sebagai refleksi perjuangan tokoh partai terdahulu. (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Kader PDI Perjuangan Kebumen memperingati peristiwa bersejarah 27 Juli 1996 atau sering dikenal Kudatuli. Kegiatan ini sengaja digelar sebagai bentuk refleksi untuk mengenang peristiwa sejarah kelam masa lalu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen Saiful Hadi mengatakan, peristiwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah, semua terjadi melalui pengorbanan tidak ringan. Dia menegaskan, peringatan sejarah itu bukan hanya agenda seremonial belaka, tetapi dapat memperkuat ideologi partai serta menumbuhkan kesadaran kader dalam merawat demokrasi. "Hari ini kami kumpul atas instruksi DPP. Mengingat kembali kenangan lalu sebagai pemantik semangat," bebernya, Minggu (26/7).

Baca Juga: Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata, PAN Buka Peluang Rotasi Anggota untuk Isi Komisi D DPRD Sleman

Saiful menyatakan, semangat perjuangan tokoh terdahulu perlu diwariskan generasi muda. Lewat refleksi peringatan Kudatuli ini diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan tugas politik dan pengabdian kepada masyarakat. Dia juga menegaskan pentingnya kader muda tidak melupakan akar sejarah berdirinya partai karena terdapat nilai pengorbanan panjang. "Kami tidak ingin kader pakai seragam tapi lupa dengan akarnya sendiri. Itu kesedihan bagi kami," ucapnya.

Kader senior PDI Perjuangan Kebumen Nuryanto Pramudono mengatakan, 30 tahun sudah peristiwa Kudatuli berlalu. Selama itu juga dia masih menyisakan kenangan tragedi berdarah saat rangkaian penyerangan kantor DPP pada tahun 1996. Dia mengingat pedihnya masa terdahulu ketika kader partai mempertahankan kantornya sendiri. "Kejadian waktu itu tepat Hari Sabtu, sehingga disebut Sabtu kelabu karena banyak korban nyawa dan luka," ucapnya.

Baca Juga: Unik, PDI Perjuangan Kota Jogja Selenggarakan Simulasi Bencana dan Penanaman Pohon di Momen Pelantikan Pengurus: Ini Alasannya!

Dia mengungkapkan, peristiwa Kudatuli tidak lepas adanya konflik dualisme partai. Kejadian ini berlangsung atas perlawanan terhadap kekuasaan orde baru. Massa militan pendukung Megawati bertahan di kantor DPP PDI sebelum kelompok tandingan berupaya merangsek masuk. Kerusuhan kemudian pecah hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. "Ratusan orang terluka, puluhan hilanh tak berbekas. Ini peristiwa yang menimbulkan ketakutan luar biasa," tegasnya.

Selain refleksi Kudatuli, dalam kegiatan itu juga diisi dengan ziarah ke delapan makam senior partai di Kecamatan Kebumen dan Buluspesantren. Rangkaian kegiatan ini diikuti antusias kader dari pengurus di berbagai kecamatan. (fid)

Editor : Sevtia Eka Novarita
27 Juli 1996 PDI Perjuangan Kebumen sejarah Kudatuli PDI Perjuangan