Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ketua Komisi A DPRD DIY Soroti Kematian Lima Peserta Latsarmil KDMP, Desak Hentikan Sementara dan Evaluasi Menyeluruh

Fahmi Fahriza • Senin, 29 Juni 2026 | 20:12 WIB
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto. Istimewa
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto. Istimewa

JOGJA – Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto turut menanggapi meninggalnya peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Fraksi PDI Perjuangan itu mendesak pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan pelatihan hingga dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

"Kami sampaikan duka cita mendalam atas wafatnya saudara-saudara kita yang mengikuti Latsar Manajer KDMP. Semoga amal ibadahnya diterima Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," kata Eko, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi momentum untuk segera meninjau kembali seluruh penyelenggaraan pelatihan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca Juga: Ruhaeni Intan, Nama Baru yang Mulai Mencuri Perhatian Sastra Indonesia lewat 'Dysfunctional Family'

"Kami minta kegiatan ini dihentikan dan dievaluasi. Keselamatan peserta harus jadi unsur utama yang dipastikan, jangan sampai ada lagi korban meninggal," ujarnya.

Ia menilai, evaluasi yang harus dilakukan tidak hanya menyasar pelaksanaan di lapangan, tetapi juga seluruh aspek penyelenggaraan.

Mulai dari proses rekrutmen peserta, metode pelatihan, kurikulum, kompetensi instruktur, kesiapan sarana dan prasarana, hingga layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Eko menegaskan, setiap peserta semestinya menjalani pemeriksaan kesehatan yang memadai sebelum mengikuti pelatihan, termasuk penelusuran riwayat penyakit.

Baca Juga: Januari hingga Mei, Disnakertrans Bantul Catat Ada 142 Karyawan Kena PHK

Dengan demikian, penyelenggara dapat mengetahui kondisi kesehatan peserta sekaligus mengantisipasi risiko yang mungkin muncul selama pelatihan.

"Ada peserta dengan catatan henti jantung. Ini harus didalami, apakah sebelum pelatihan dilakukan tes kesehatan, apakah selama pelatihan juga ada pemeriksaan kesehatan," desaknya.

Selain aspek kesehatan, ia juga mempertanyakan kesesuaian metode pelatihan yang diterapkan kepada calon manajer koperasi. Menurutnya, pembentukan karakter dan kedisiplinan tetap diperlukan, namun harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi fisik peserta.

Baca Juga: Sejumlah Pemain PSS Sleman yang Masih Terikat Kontrak Bakal Dipinjamkan ke Klub Lain,  Ada Junior hingga Senior

"Jangan metode latihan sepakbola dipakai untuk panjat tebing. Metode pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Mungkin yang lebih dibutuhkan itu pembentukan kedisiplinan, manajemen, mental model, kejujuran, dan integritas," ujar alumni Lemhannas tersebut.

Lebih baik, Eko juga mengingatkan agar penyelenggara tidak menerapkan pola aktivitas yang berlebihan dan tetap mengedepankan prinsip keselamatan dalam setiap tahapan pelatihan.

Di sisi lain, ia meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan berkeadilan untuk mengungkap penyebab meninggalnya lima peserta tersebut.

Baca Juga: PSS Sleman Pertahankan Empat Pemain Asing, Kini Masih Negosiasi, Huistra Nilai Chemistry Sudah Terbangun

Menurutnya, proses penyelidikan perlu melibatkan para ahli dan praktisi yang memahami standar penyelenggaraan pelatihan.

Ia juga menegaskan, bahwa keselamatan peserta harus menjadi tolok ukur utama dalam setiap penyelenggaraan pelatihan.

Karena itu, apabila ditemukan adanya kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.

"Dalam standar pelatihan kedepankan keselamatan, luka saja tidak boleh, apalagi meninggal. Harus ada pihak yang tanggung jawab secara hukum. Ini penting sebagai koreksi dan evaluasi pada program-program pemerintah," tambahnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#latsarmil kdmp #Kematian Lima Peserta #Evaluasi Menyeluruh #Fraksi PDI Perjuangan #Ketua Komisi A DPRD DIY