Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lagi, PKB Sleman Ubah Cara Pandang Generasi Muda terhadap Politik lewat Sekolah Kader Perubahan

Nanang Febriyanto • Selasa, 23 Juni 2026 | 13:16 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Dapil VI (Seyegan, Godean, Moyudan, Minggir) Syukron Arif Muttaqin. (Nanang Febriyanto/Radar Jogja)
Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Dapil VI (Seyegan, Godean, Moyudan, Minggir) Syukron Arif Muttaqin. (Nanang Febriyanto/Radar Jogja)

SLEMAN - Politik sering kali dipandang negatif oleh sebagian generasi muda. Namun, pandangan itu perlahan berubah dalam Sekolah Kader Perubahan yang digelar DPC PKB Kabupaten Sleman Minggu (21/6/2026). 

Melalui program pendidikan politik ini, peserta diajak memahami bahwa politik tidak hanya soal pemilu dan perebutan jabatan. Tetapi juga tentang cara memperjuangkan aspirasi dan kebijakan yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Kegiatan merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi DPP PKB dan dilaksanakan oleh DPW PKB DIY di seluruh kabupaten dan kota.

Di wilayah Bumi Sembada, program digelar serentak oleh para anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Fraksi PKB di masing-masing daerah pemilihan (dapil).

Baca Juga: Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Ketua DPD PAN Sleman: Mengejutkan Bagi Kami

Salah satu Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Dapil VI (Seyegan, Godean, Moyudan, Minggir) Syukron Arif Muttaqin mengatakan sekolah kaderisasi kedua ini diikuti sebanyak 94 peserta yang berada di wilayahnya. Mayoritas peserta berasal dari kalangan generasi muda. Bahkan peserta sebagian besar merupakan perempuan.

"Peserta kali Ini lebih banyak dari pada sekolah politik sebelumnya," kata pria yang juga sebagai Ketua KPOTI Sleman itu. 

Menurutnya, pendidikan politik menjadi langkah penting agar masyarakat tidak hanya terlibat saat pemilu, tetapi juga memahami proses pengambilan kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

“Melalui pendidikan politik ini, kami ingin generasi muda lebih melek politik, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta mengetahui cara mengakses berbagai program pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa FBE UAJY Borong Prestasi Dalam EduTalk Fair Competition 2026

Pria yang juga ketua umum PSTI DIY itu menjelaskan, pemahaman politik yang baik akan membantu masyarakat menyalurkan aspirasi secara tepat melalui mekanisme demokrasi, termasuk melalui wakil rakyat yang duduk di DPRD.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Salah satu peserta, Ana Fitriani dari Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, mengaku memperoleh perspektif baru tentang politik yang selama ini sering dipandang negatif.

“Di sini saya lebih memahami bahwa politik tidak selalu identik dengan uang. Politik juga bisa menjadi sarana memperjuangkan hal-hal yang baik untuk masyarakat,” katanya.

Peserta lainnya, Muhammad Syaifudin Zukhri dari Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang bermanfaat untuk memahami dinamika politik secara lebih sehat dan konstruktif.

Baca Juga: Mau Liburan Tanpa Bikin Dompet Menangis? Intip 7 Tips Travelling Hemat Ini!

“Harapannya, politik bisa menjadi alat untuk melahirkan kebijakan yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Melalui Sekolah Kader Perubahan, Syukron berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya saat pemilu, tetapi juga memiliki kesadaran untuk terlibat dalam proses pembangunan dan pengawasan kebijakan publik. (naf)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#sekolah kader perubahan #PKB Kabupaten Sleman #Cara pandang #PKB Sleman #generasi muda