Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Ririk Banowati Permanasari Usulkan Padat Karya Tetap Jadi Program Prioritas di Tengah Efisiensi

Iwan Nurwanto • Rabu, 17 Juni 2026 | 22:00 WIB
TERJUN LANGSUNG: Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Ririk Banowati Permanasari saat hadir meninjau program padat karya di RW 7 Kelurahan Tegalpanggung Kemantren Danurejan. Program tersebut terealisasi dari aspirasi masyarakat. DOKUMENTASI PRIBADI 
TERJUN LANGSUNG: Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Ririk Banowati Permanasari saat hadir meninjau program padat karya di RW 7 Kelurahan Tegalpanggung Kemantren Danurejan. Program tersebut terealisasi dari aspirasi masyarakat. DOKUMENTASI PRIBADI 

 

JOGJA – Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Ririk Banowati Permanasari mengusulkan agar program padat karya tetap menjadi prioritas, meski di tengah efisiensi.

Sebab program ini menjadi salah satu solusi strategis dalam memulihkan ekonomi lokal sekaligus mengatasi masalah pengangguran di tingkat kewilayahan.

Ririk mengatakan, terlebih mereka yang terlibat dalam program ini merupakan masyarakat dan manfaat dari pembangunannya juga langsung dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

"Kegiatan padat karya ini sangat penting karena, selain memberdayakan masyarakat di wilayah, juga bisa menyelesaikan permasalahan infrastruktur," ujar Ririk kepada Radar Jogja, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Delapan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Impes, Pengunjung Pantai Selatan Diminta Tak Menyentuh Biota Laut Berwarna Biru

Sehingga, program tersebut harus tetap menjadi prioritas meskipun di tengah berbagai penghematan. Karena padat karya tidak hanya sekadar pembangunan fisik. Melainkan juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang vital.

Politisi Partai Gerindra itu pun memaparkan, dalam program padat karya mewajibkan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal. Termasuk di dalamnya warga yang sedang tidak bekerja.

Dengan demikian, kehadiran program tersebut memberikan akses langsung bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Di sisi lain, program padat karya juga memiliki fleksibilitas dalam menyentuh kebutuhan infrastruktur skala kecil yang sering kali sulit terakomodasi oleh dinas terkait.

Baca Juga: 30 Lembar Bukti Ungkap Dana Rp 21,4 Miliar Tak Bisa Dipertanggungjawabkan Nany Widjaja

Misalnya, kebutuhan pembangunan atau perbaikan konblok di permukiman warga yang tidak masuk dalam anggaran Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).

Selain manfaat ekonomi dan fisik, program padat karya juga efektif untuk mempererat  sosial di tengah masyarakat. Karena dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong royong di dalam masyarakat yang terlibat.

Baca Juga: Kurs Dolar Fluktuatif dan Bergejolak, Pemprov DIY Mulai Petakan Proyek yang Berisiko Terdampak  

Dengan  pertimbangan berbagai dampak positif tersebut, Ririk memastikan Komisi D DPRD akan terus melakukan pengawalan dan koordinasi dengan eksekutif. Supaya usulan penambahan anggaran padat karya dapat segera direalisasikan untuk kesejahteraan masyarakat luas.

"Meskipun di tengah efisiensi, program padat karya tetap harus jadi prioritas. Karena membuka lapangan kerja dan anggarannya juga relatif tidak besar," jelasnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pulihkan Ekonomi #Komisi D DPRD Kota Jogja #efisiensi #program prioritas #padat karya