Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ancam Lepas Atribut Partai, 17 PAC Tolak Pengurus Baru DPC PKB Sleman

Nanang Febriyanto • Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29 WIB
Sebanyak 17 Dewan Pimpinan Anak Cabang (PAC) bersama sejumlah badan otonom (banom) PKB menyatakan keberatan terhadap komposisi kepengurusan yang telah diumumkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
Sebanyak 17 Dewan Pimpinan Anak Cabang (PAC) bersama sejumlah badan otonom (banom) PKB menyatakan keberatan terhadap komposisi kepengurusan yang telah diumumkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

SLEMAN - Penetapan susunan pengurus baru DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sleman menuai penolakan dari internal partai.

Sebanyak 17 Dewan Pimpinan Anak Cabang (PAC) bersama sejumlah badan otonom (banom) PKB menyatakan keberatan terhadap komposisi kepengurusan yang telah diumumkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

Penolakan tersebut disampaikan karena kader tingkat bawah menilai aspirasi mereka belum terakomodasi dalam penetapan posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPC PKB Sleman periode 2026–2031.

Baca Juga: Kalah dari Australia, Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF U19 2026 Terhenti di Semifinal, Nova Arianto Apresiasi Pemain

Ketua Forum PAC PKB Sleman, Churmatul Adha atau yang akrab di sapa Mas Gandung itu mengatakan, keputusan tersebut memunculkan kekecewaan di tingkat akar rumput. Menurutnya, pergantian kepemimpinan seharusnya mempertimbangkan kondisi dan capaian organisasi saat ini.

“PKB Sleman sedang berada dalam kondisi yang baik. Kursi legislatif meningkat, jumlah konstituen bertambah, pengelolaan keuangan semakin tertib, dan kaderisasi anak muda berjalan,” ujarnya.

Melalui pengumuman resmi secara daring pada Kamis pagi (11/6/2026), DPP PKB menetapkan Tri Nugroho sebagai Ketua DPC PKB Sleman, Rahayu Widi Nuryani sebagai Sekretaris, dan Wanto sebagai Bendahara.

Baca Juga: Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Diwarnai Tiga Kartu Merah Saat Meksiko Kalahkan Afrika Selatan

Adha mempertanyakan alasan pergantian struktur di tengah proses konsolidasi partai. Ia juga meminta keterbukaan terkait mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilakukan DPP PKB.

“Kami mempertanyakan transparansi dan indikator penilaian UKK dari pusat. Jangan sampai keputusan besar diambil tanpa mendengar suara kader di bawah,” tegasnya.

Sebagai bentuk keberatan, 17 PAC bersama banom seperti Perempuan Bangsa, Panji Bangsa, dan Garda Bangsa akan mengirimkan surat penolakan resmi kepada DPW PKB DIY dan DPP PKB.

Baca Juga: Ada SE KPK No Titip No Jastip, Sekolah di Jawa Tengah Diminta Gelar SPMB secara Objektif

Mereka bahkan menyatakan siap mengambil langkah lebih jauh apabila aspirasi tersebut tidak mendapat perhatian.

“Kalau suara kami tidak diakomodir, risiko terburuk kami siap menanggalkan baju dan atribut PKB,” kata Ketua PAC Tempel itu.

Hingga berita ini ditulis, Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar belum bisa dihubungi untuk memberikan tanggapan terkait polemik tersebut. Sementara itu, melalui akun media sosial resminya, DPW PKB DIY telah mengunggah ucapan selamat dan sukses atas penetapan kepengurusan baru.

Baca Juga: Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Fajar Kurniawan Minta Pemkot Jogja Revitalisasi Lapangan Dilengkapi Jogging Track

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PKB M. Hanif Dhakiri menjelaskan, pergantian kepemimpinan di tingkat cabang merupakan bagian dari strategi penguatan mesin partai menghadapi Pemilu 2029.

Saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Sleman di wilayah Palagan, Ngaglik, Sleman, Sabtu (4/4/2026), Hanif menyebut proses tersebut menjadi langkah penting bagi PKB Sleman yang memiliki posisi strategis secara politik.

“Ini menjadi langkah penting bagi PKB sebagai partai peraih suara terbanyak kedua di Sleman untuk menghadapi tantangan politik 2029,” ujarnya.

Baca Juga: Garap Destinasi Wisata Religi, Dukung Pertumbuhkan Ekonomi

Menurut Hanif, DPP PKB mengambil peran lebih besar dalam proses seleksi untuk memastikan kualitas kepemimpinan di tingkat daerah.

Sebelum penetapan, proses penjaringan internal menghasilkan lima kandidat potensial, yakni R. Agus Choliq (petahana), Tri Nugroho, Wiratno, Syukron Arif Muttaqin, dan Hery Setiawan. (naf)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Konflik PKB #Politik hari ini #Dewan Pimpinan Pusat PKB #partai kebangkitan bangsa