JOGJA - Dewan Pengurus Cabang (DPC) kembali dinahkodai oleh Solihul Hadi. Sekretaris Komisi D DPRD Kota Jogja itu mengemban jabatan sebagai ketua periode 2026-2031 usai mengalahkan Eko Djoko Widiyatno yang sebelumnya ikut mencalonkan diri.
Ketua DPC PKB Kota Jogja Solihul Hadi mengatakan, dalam kepemimpinan barunya itu dia akan fokus mengevaluasi persoalan kaderisasi.
Lantaran dalam periode sebelumnya untuk kaderisasi dari kalangan Gen Z terbilang masih cukup minim.
Solihul mengungkap, pada periode sebelumnya DPC PKB Kota Jogja hanya mampu menjaring 470 kader berusia di bawah 35 tahun.
Jumlah itu menurutnya masih kurang, sehingga di periode saat ini pihaknya akan fokus menjaring kader partai dari usia muda.
Penggalangan massa partai dari kalangan anak-anak muda itu juga sebagai bentuk persiapan mencapai target lima kursi dari lima daerah pemilihan (dapil) di pemilu mendatang.
Supaya dapat menambah tiga kursi yang telah didapat pada Pemilu 2024.
“Bukan kami tidak percaya kepada yang sepuh-sepuh, tapi ini perpaduan yang tidak bisa dianggap sederhana, karena suara besok (Pemilu 2029) itu didominasi oleh suara Gen Z,” ujar Solihul kala ditemui pada sebuah warung makan di Timoho, Kamis (11/6/2026).
Solihul menyatakan, untuk mencapai target lima kursi pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah strategi. Misalnya dengan mulai memetakan kader-kader potensial untuk maju sebagai calon legislatif.
Para calon yang masuk dalam penjaringan akan mulai bergerilya menyerap dukungan pada tiga dapil yang masih kosong. Berdasarkan pengalaman di pemilu sebelumnya, Solihul mengklaim para calon sudah cukup potensial dalam mencari suara. Sehingga di pemilu mendatang tinggal dilakukan penguatan.
“Dari tiga dapil yang belum mendapatkan kursi, itu sudah menghimpun suara ideologis yang kekurangannya hanya sedikit. Tinggal butuh petarung atau caleg yang memang punya kemampuan secara kapitel,” bebernya.
Selain Solihul Hadi yang kembali terpilih sebagai ketua. Dalam kepengurusan DPC PKB Kota Jogja periode 2026-2031 nama-nama baru juga mengisi jabatan struktural. Seperti Rhetno Arobiatul Jauzak atau yang akrab disapa Ning Rere sebagai sekretaris dan Fathurrosul di jabatan bendahara. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin