Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komisi D DPRD DIY Soroti Kekerasan Jalanan Anak, Peran Keluarga Faktor Utama dalam Pengawasan Anak

Fahmi Fahriza • Rabu, 27 Mei 2026 | 19:10 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD DIJ Muhammad Syafi
Sekretaris Komisi D DPRD DIJ Muhammad Syafi'i. Fahmi Fahriza/Radar Jogja

JOGJA - Komisi D DPRD DIY menyoroti maraknya kekerasan jalanan yang melibatkan pelajar, menyusul kasus bentrokan geng di Kotabaru menewaskan seorang remaja. DPRD menilai persoalan tersebut berkaitan erat dengan pendidikan dan lemahnya pengawasan keluarga terhadap anak.

Diketahui seorang pelajar berinisial AA, 17 tewas akibat luka sabetan senjata tajam di Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Minggu (17/5/2026) dini hari. Polisi menegaskan insiden ini bukan kejahatan jalanan (klitih), melainkan bentrokan akibat saling tantang antargeng pelajar.

"Ada masalah kejahatan jalanan yang melibatkan anak-anak. Ini sebuah keprihatinan yang biasanya juga nanti akan terimbas kepada hasil pendidikan si anak itu. Biasanya ada persoalan," kata Sekretaris Komisi D DPRD DIY Muhammad Syafi'i, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Polresta Jogja Endus Pola Mafia dalam Pelarian Geng Pelajar ke Cilacap Jawa Tengah, Begini Penjelasannya

Seperti yang diketahui, Komisi D DPRD DIY sendiri membidangi sektor kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, hingga urusan sosial kemasyarakatan di lingkungan pemerintah daerah DIY.

Menurutnya, penanganan persoalan anak tidak cukup hanya mengandalkan sekolah maupun kebijakan pendidikan formal semata. Ia menilai peran keluarga tetap menjadi faktor utama dalam pengawasan anak.

"Kita tidak bisa bicara tentang masalah kebijakan sekolah ini saja, akses pendidikan, tapi juga berbicara tentang bagaimana peran keluarga juga," ujarnya.

Baca Juga: Beringharjo Great Sale Dongkrak Transaksi Digital di Pasar Rakyat Hingga Rp 60 Miliar

Dia menyebut, orang tua harus menjadi benteng pertama dalam menjaga dan mengawasi anak, terutama di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

"Sangat besar sekali peran orang tua, yang dimintai pertanggungjawaban pertama kan orang tua. Maka ini harus diulang-ulang kembali, kewajiban orang tua, masyarakat, dan pemerintah," tegasnya.

Pun dia mengklaim, sejatinya telah menyiapkan berbagai dukungan melalui kebijakan dan anggaran pendidikan di lingkup pemprov. Namun, dukungan tersebut dinilai perlu dibarengi keterlibatan aktif keluarga dan lingkungan masyarakat.

"Kita sudah coba memberi banyak dukungan. Kebijakan sudah ada, anggaran juga sudah ada untuk menjaga anak-anak kita ini, untuk men-support keluarga-keluarga supaya tidak merasa sendiri," tambahnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#keluarga #pelajar #Kekerasan jalanan #pengawasan #Komisi D DPRD DIY