Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Deklarasi Ketum Kosgoro 1957, La Ode Safiul Akbar: Ketum Bahlil Sudah Restui Saya Maju

Heru Pratomo • Senin, 25 Mei 2026 | 22:22 WIB
Kantongi Restu Bahlil Lahadalia, La Ode Safiul Akbar Deklarasi Calon Ketum Kosgoro 1957
Kantongi Restu Bahlil Lahadalia, La Ode Safiul Akbar Deklarasi Calon Ketum Kosgoro 1957

 

 

JAKARTA – La Ode Safiul Akbar secara resmi mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) KOSGORO 1957. Langkah politik ini membawa misi besar untuk mengakarkan kembali posisi KOSGORO 1957 sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) kekaryaan yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Dalam pencalonannya, La Ode menegaskan telah mengantongi lampu hijau dari pucuk pimpinan partai beralambang pohon beringin. "Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, sudah merestui saya untuk maju sebagai Ketua Umum Kosgoro," ujar La Ode dalam orasinya, Senin (25/5).

Sebagai tokoh yang berlatar belakang dunia usaha, La Ode menilai organisasi yang besar tidak boleh tercerabut dari akar historisnya. Menurutnya, falsafah pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas harus menjadi motor penggerak organisasi dalam menghadapi disrupsi teknologi, ketimpangan ekonomi, serta krisis kaderisasi global.

Baca Juga: Pemprov DIY Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6 Persen, Meski Belanja Pemerintah Lesu, Ekspor dan Investasi Jadi Andalan

"Visi saya adalah membumikan organisasi agar hadir nyata dalam kehidupan masyarakat. Kami ingin mengakarkan kembali nilai perjuangan KOSGORO 1957 sebagai kekuatan penggerak pemberdayaan ekonomi kerakyatan, sekaligus lokomotif kebangkitan karya dalam tubuh Partai Golkar," tegasnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, La Ode merumuskan tiga misi strategis yang disebut sebagai agenda tiga masa, yang pertama menjadikan masa lalu sebagai fondasi: KOSGORO 1957 harus kembali menjadi sekolah karakter yang menyemai falsafah dasar organisasi. Disiplin, loyalitas pada bangsa, dan keberpihakan pada rakyat harus hidup dalam budaya organisasi, bukan sekadar pelengkap seremoni.

Kemudian mengelola masa kini dengan solusi nyata: Organisasi dituntut hadir menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi modern, literasi digital, serta penciptaan ekosistem usaha yang berpihak pada rakyat kecil di desa-desa produktif.

Baca Juga: Sebanyak 57 Bhikkhu IWFP 2026 Singgah di Jogja, Tempuh 40 Km Setiap Hari demi Pesan Perdamaian, Ada Tiga sampai Lima Jahitan di Kakinya

Yang terakhir, menyiapkan masa depan melalui kaderisasi unggul: Mencetak kader yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, dan kompetensi profesional yang siap mengawal masa depan roda organisasi dan Partai Golkar.

Di akhir orasinya, La Ode mengingatkan bahwa kebesaran Partai Golkar di masa depan sangat ditentukan oleh seberapa kuat dan dalamnya akar organisasi sayapnya menyentuh lapisan kehidupan rakyat.

"Sudah saatnya KOSGORO 1957 kembali mengambil peran historisnya. Menjadi akar pergerakan, menutrisi kekuatan sosial politik Golkar dengan gagasan, kaderisasi, dan karya nyata dalam pemberdayaan ekonomi rakyat," pungkasnya.

Editor : Heru Pratomo
#kosgoro 1957 #la ode saiful akbar #partai golkar #Bahlil Lahadalia #la ode