BANTUL - Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, termasuk dalam proses pengambilan kebijakan publik. Namun, partisipasi politik perempuan masih dinilai rendah sehingga perlu terus ditingkatkan.
Upaya untuk meningkatkan peran perempuan dalam politik dilakukan melalui kegiatan pendidikan politik bagi perempuan bertema Menyemai Kesadaran Politik, Menumbuhkan Kepemimpinan Perempuan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol DIY Aris Pramono mengatakan, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk membangun kesadaran bersama bahwa perempuan memiliki hak, kesempatan, dan kapasitas yang sama dalam politik.
“Kami terus mendorong peningkatan kualitas demokrasi khususnya melalui penguatan partisipasi politik perempuan,” ujarnya dalam acara di Waroeng Omah Sawah, Miri, Timbulharjo, Sewon, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri puluhan tokoh perempuan dari berbagai organisasi di Bantul. Hadir pula tiga narasumber, yakni tenaga ahli dari DPRD DIY yang menjelaskan peran legislatif dalam mendorong partisipasi dan kepemimpinan perempuan di bidang politik, akademisi UGM yang memaparkan sistem pemilu dan regulasi politik sebagai landasan partisipasi perempuan, serta pemateri dari KPPI DIY yang menjelaskan kesadaran gender dan kepemimpinan perempuan di ruang politik. Para peserta juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan para narasumber.
Aris berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh peserta. Pendidikan politik perempuan ini merupakan bagian dari kaderisasi politik yang membahas perspektif gender, sejarah pergerakan perempuan, hingga pemilu.
Dengan begitu, perempuan diharapkan mampu menyusun strategi untuk berpartisipasi aktif, termasuk di lembaga legislatif. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat kepemimpinan perempuan di berbagai sektor.
“Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar tetapi ruang untuk membangun jejaring,” jelasnya. Ia juga berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat disebarluaskan di lingkungan masing-masing agar manfaatnya dirasakan masyarakat lebih luas.
Baca Juga: 38 Jembatan di Gunungkidul Mulai Rusak, DPUPRKP Intensifkan Perbaikan Berkala
Sementara itu, Tenaga Ahli DPRD DIY Novia Rukmi menilai peran DPRD DIY dalam mendorong kepemimpinan perempuan di bidang politik sudah cukup baik. Salah satu indikatornya sudah ada kaukus perempuan parlemen di DIY.
Pun salah satu alat kelengkapan dewan yang strategis, yakni Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), dipimpin oleh perempuan. Dengan ini, diharapkan dapat membuat regulasi yang dihasilkan lebih responsif terhadap gender. “Lebih perspektif gendernya akan semakin menguat gitu,” tuturnya.
Pun kesetaraan gender dalam bidang politik sangat penting. Terlebih, perempuan yang jumlahnya hampir separo populasi masih kerap terpinggirkan sehingga menimbulkan ketidaksetaraan.
Oleh karena itu, perspektif gender di kalangan legislator perlu diperkuat. Novia menilai perempuan memiliki peran penting dalam memperjuangkan kepentingan perempuan, termasuk memperbesar akses, ruang partisipasi, manfaat, dan kontrol perempuan dalam berbagai kebijakan.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan lebih banyak perempuan yang berkapasitas dan berintegritas di dunia politik.
“Karena tadi juga kita lihat bagaimana ternyata perempuan juga belum percaya kepada perempuan,” terangnya.
Literasi pendidikan politik perempuan seperti ini dinilai perlu menjadi prioritas. Sebab, indeks pemberdayaan gender dan indeks ketimpangan gender masih menjadi persoalan.
“Sehingga bagaimana kemudian kita bersama-sama mendorong pendidikan politik itu menjadi satu gerakan bersama,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan literasi kepemimpinan perempuan, menaikkan indeks pemberdayaan gender, dan menekan ketimpangan gender sehingga tercipta pembangunan kesetaraan gender. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita