JOGJA - M. Hasan Widagdo Nugroho kembali terpilih sebagai ketua DPC PPP Kota Jogja. Hasan menegaskan, partainya harus bergerak fungsional hingga ke tingkat akar rumput.
Menurut dia, kemenangan politik ditentukan di tingkat mikro, yaitu tempat pemungutan suara(TPS).
“Kami mengusung prinsip satu TPS sama dengan satu kader aktif. Setiap kader harus menjadi sensor sosial yang memahami kebutuhan riil warga di lingkungannya," tegas Hasan Senin (27/4/2026).
Hasan terpilih secara aklamasi dalam musyawarah cabang (Muscab) X DPC PPP Kota Jogja yang berlangsung di SM Tower Malioboro Jalan KH Ahmad Dahlan Jogja pada Minggu (26/4/2026).
Dari 14 utusan pengurus anak cabang (PAC), sebanyak 11 memilih Hasan menjadi ketua DPC lima tahun ke depan. Periode 2026-2031.
Ini merupakan masa jabatan kedua Hasan memimpin partai berlambang Kakbah tersebut.
Dikatakan, poin revolusioner dalam muscab adalah komitmen PPP merekrut 1.000 kader Gen Z melalui pembentukan PPP Creative Hub.
Baca Juga: Diduga Depresi, Perempuan Loncat dari Lantai Dua Kos di Sleman, Jatuh di Genting Rumah Sebelah
Langkah ini diambil sebagai jawaban atas perubahan perilaku pemilih yang kini didominasi generasi muda rasional dan melek digital.
"Masa depan PPP ditentukan oleh relevansi. PPP akan hadir di layar ponsel masyarakat dengan konten yang edukatif, solutif, dan menginspirasi," katanya.
Selain penguatan internal, muscab juga menetapkan empat pilar advokasi masyarakat sebagai solusi nyata bagi warga Jogja.
Pertama, advokasi pendidikan berupa pendampingan beasiswa dan akses pendidikan.
Baca Juga: Pantau Proses Distribusi, Tim Pengawasan Pupuk Sleman Dihidupkan Kembali Tahun Ini
Kedua, advokasi kesehatan dengan bantuan akses BPJS dan layanan kesehatan.
Ketiga, advokasi hukum berupa konsultasi hukum gratis bagi masyarakat kecil. Keempat, advokasi sosial-ekonomi dengan pendampingan UMKM dan bantuan tepat sasaran.
Secara politik, Muscab X menetapkan target Pemilu 2029 pencapaian minimal satu kursi per daerah pemilihan (dapil) di DPRD Kota Jogja.
Strategi ini akan didorong dengan kerja elektoral berbasis data akurat. “Bukan sekadar asumsi atau intuisi,” ingat mantan anggota DPRD Kota Jogja ini.
Muscab X diselenggarakan berdasarkan amanat AD/ART hasil Muktamar X PPP dan Instruksi DPW PPP DIY.
Selain menetapkan ketua terpilih, muscab juga memilih tim formatur yang memiliki waktu tujuh hari ke depan menyusun struktur kepengurusan harian dan majelis-majelis partai secara lengkap.
Ketua DPW PPP DIJ Muhammad Yazid dalam pengarahannya meminta kader dan pengurus DPC PPP Kota Jogja terus menggalang konsolidasi. Yazid ingin kepengurusan partai secara lengkap segera terbentuk. (kus)
Editor : Winda Atika Ira Puspita