JOGJA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzammil Yusuf berkunjung ke antor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jogja Senin (20/4). Silaturahmi kebangsaan ini merupakan sebuah langkah yang menegaskan komitmen untuk bersilaturahim dengan berbagai elemen bangsa. Kegiatan ini pun turut diikuti oleh jajaran pimmpinan PKS pusat dan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kunjungan ini, bahkan disebut bukan sekadar pertemuan biasa. Melainkan sebuah dialog hangat di mana PKS secara terbuka memposisikan diri untuk 'berguru' pada salah satu organisasi Islam tertua dan terbesar di Indonesia. Secara khusus, Muzammil pun mengutarakan keinginannya untuk belajar dari pengalaman panjang Muhammadiyah.
Baca Juga: Masalah PSIM Jogja Menurut Van Gastel; Bukan pada Skill, tapi Karakter Tim
"Kami datang untuk belajar ke Muhammadiyah, yang telah lebih dari satu abad bergerak nyata di bidang pendidikan, sosial, dan kesehatan," ujar Muzzammil.
Menurutnya, hal ini sangat penting bagi PKS sebagai partai politik yang juga memiliki visi melayani publik. Oleh karena itu, Muhammadiyah yang memiliki jaringan perguruan tinggi, rumah sakit, hingga panti asuhan, dinilai layak sebagai model ideal dalam pelayanan masyarakat yang konkret dan berkelanjutan.
Pertemuan yang langsung disambut oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir ini turut memberikan kritik dan saran kepada PKS. Meski demikian, Muzzammil sangat terbuka menerima masukan untuk perbaikan ke depan.
"Masukan-masukan ini sangat berharga bagi kami untuk bersama-sama membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dengan cara pandang ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang moderat dan mencerahkan," tambahnya.
Ketua DPW PKS DIY Budi Wiyarno yang turut hadir dalam kunjungan menegaskan, sinergi di tingkat pusat ini akan ditindaklanjuti dengan kolaborasi yang lebih erat di tingkat wilayah DIY. "Pertemuan ini menandai komitmen PKS untuk memperkuat basis gerakannya tidak hanya melalui jalur politik, tetapi juga dengan menyerap kearifan dari organisasi masyarakat yang telah teruji oleh zaman," bebernya.
Editor : Sevtia Eka Novarita