KEBUMEN - PDI Perjuangan Kebumen belum menentukan siapa sosok pengganti antar waktu (PAW) untuk mengisi kekosongan dua kursi legislatornya di DPRD Kebumen. Bagi PDIP, memilih PAW butuh waktu dan mekanisme yang harus dilalui.
Seperti diketahui, dua kursi Fraksi PDIP Kebumen sampai sekarang masih kosong. Kondisi ini karena sekretaris fraksi, Noviandri Dwi Alhadi wafat pada awal ramadan lalu. Sedangkan satu lagi anggota fraksi, Khanifudin kini sedang menghadapi proses hukum di meja hijau.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen Saiful Hadi menjelaskan, pada prinsipnya partai tak ingin terburu-buru membahas soal PAW. Terlebih, DPC masih dalam suasana berduka atas meninggalnya Noviandri Dwi Alhadi yang dipercaya sebagai Ketua Komisi D DPRD Kebumen.
"Air mata kami belum kering untuk Mas Dwi, masa iya mau bicara PAW," ungkapnya kepada Radar Jogja, Jumat (6/3).
Saiful menyatakan, tidak sepantasnya di saat suasana berduka membahas soal PAW. PDIP, kata dia, akan menjunjung tinggi adat ketimuran. Sesama kader partai, dia tak ingin melukai hati keluarga almarhum.
Apalagi meninggalnya Noviandri Dwi Alhadi belum genap 40 hari. "Kami punya kebiasaan, pakai adat wong Jowo. Kalau belum 40 hari jangan ngomong soal PAW," ucapnya.
Khusus persoalan Khanifudin, DPC PDIP Kebumen masih menunggu hasil akhir dari pengadilan. Khanifudin sendiri kini telah dijatuhi vonis dua tahun atas kasus penipuan terkait tanah.
Dari vonis itu Khanifudin memilih upaya banding. "Tinggal tunggu hasil inkracht," kata Saiful.
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Dolfie Othniel Frederic Palit mengaku telah mendapat laporan perihal adanya kekosongan dua kursi fraksi PDIP DPRD Kebumen. Dalam hal ini DPD masih menunggu proses sesuai mekanisme dan aturan partai. "
Kami tunggu dan ikuti prosesnya," beber Dolfie saat pertemuan dengan kader PDIP Kebumen. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo