GUNUNGKIDUL - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep melantik mantan Bupati Gunungkidul Sunaryanta sebagai Ketua DPW PSI Daerah Istimewa Jogyakarta (DIJ) dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI DIJ pada Kamis malam (8/1).
Kaesang menegaskan, upaya menjadikan DIJ sebagai basis kuat PSI bukan perkara mudah. Kendati demikian, Kaesang mengaku akan bekerja keras sampai Jogjakarta benar-benar menjadi kandang gajah.
“Menggajahkankan Jogjakarta tentu tidak akan mudah. Tapi kami akan bekerja keras agar DIJ bisa menjadi kandang gajah,” ujar saat ditemui di D'Girijati Hotel & Beach Club Kalurahan Girijati Kapanewon Purwosari pada Kamis malam (8/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Kaesang menilai konsolidasi ketua-ketua PSI di tingkat kapanewon se-DIJ berjalan cukup memuaskan. Namun, ia meminta seluruh struktur partai tidak cepat berpuas diri dan meningkatkan kinerja organisasi.
Kaesang memaparkan, dari total 76 DPC PSI di DIJ, sebanyak 67 kepengurusan telah mengantongi surat keputusan (SK). Sementara itu, 53 DPC tercatat hadir dalam Rakorwil.
Menurutnya, angka tersebut tergolong sangat bagus sebagai permulaan. Meski begitu, ia menilai kondisi tersebut tak bisa dijadikan tolok ukur PSI DIJ siap menghadapi pemilu.
“Ke depan PSI DIJ harus lebih baik dari yang sekarang. Saya minta bekerja lebih keras lagi,” tegasnya.
Ia menargetkan pembentukan struktur partai hingga tingkat DPRD harus mencapai 100 persen target. Menurutnya, struktur kepengurusan menjadi kunci utama kesiapan PSI untuk lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Percuma bicara besar kalau tidak bisa ikut pemilu. Karena itu saya terus berkeliling ke seluruh Indonesia memastikan struktur partai berjalan,” ujarnya.
Kaesang juga mengungkapkan akan melakukan survei internal secara tertutup untuk mengecek kesiapan mesin partai di DIJ. “Saya minta tolong, mesin partai jangan sampai mati,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PSI DIJ Sunaryanta menyatakan, siap mengemban amanah untuk membesarkan PSI di Jogjakarta.
Ia menegaskan tidak akan mengintervensi kepengurusan di daerah, baik dalam kerja-kerja partai maupun penjaringan calon legislatif dan eksekutif. Namun, ia menekankan tanggung jawab penuh kepada para pengurus.
“Kalau suatu saat tidak ada peningkatan di kabupaten/kota, saya siap menjadi orang pertama yang mengundurkan diri,” ujarnya.
Sunaryanta juga meminta pengurus di daerah memiliki kesadaran untuk mundur apabila gagal memajukan PSI. Sebaliknya, ia mengajak seluruh kader terus memperjuangkan dan membesarkan partai. Menurutnya, PSI tidak cukup hanya ditingkatkan, tapi harus terus diperjuangkan.
“Saya sudah menyampaikan kepada Mas Kaesang, saya siap membantu PSI. Saya berharap kepada seluruh pengurus yang masuk struktur, jangan main-main,” ujar Sunaryanta. (bas)
Editor : Heru Pratomo