MUNGKID - DPRD Kabupaten Magelang membuka ruang dialog publik melalui pendekatan kebudayaan dengan menghelat gelar budaya bertajuk 'Budaya sebagai Media Aspirasi'.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Lapangan drh Soepardi ini menyedot perhatian seniman, budayawan, dan masyarakat yang memadati area sejak sore hari.
Wakil Bupati Magelang Sahid menyebut, wilayahnya memiliki kekayaan budaya yang hidup dan terus berkembang. Tidak hanya bertumpu pada Candi Borobudur sebagai monumen sejarah dunia. “Tetapi juga pada denyut kebudayaan masyarakat di desa maupun kota," paparnya.
Menurutnya, budaya memiliki fungsi yang jauh melampaui hiburan. Seni tradisi, kata Sahid, merupakan bahasa sosial yang mampu menyampaikan nilai, etika, dan pesan moral secara halus, sekaligus menjadi cermin dinamika masyarakat.
Tema budaya sebagai media aspirasi dinilai relevan di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital. Di saat ruang komunikasi publik semakin cepat dan singkat, seni dan budaya justru menawarkan kedalaman makna serta ruang refleksi yang lebih utuh.
Pemkab Magelang, lanjut Sahid, berkomitmen untuk terus membuka ruang-ruang kreatif bagi seniman dan budayawan. Melalui dukungan itu, aspirasi masyarakat diharapkan dapat tersampaikan tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga lewat karya seni yang lebih komunikatif dan membumi. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita