Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Ingkar Janji dari Golkar

Anom Bagaskoro • Selasa, 25 November 2025 | 00:08 WIB
Ketua DPD Golkar Kulon Progo Periode 2020-2025 Suharto. 
Ketua DPD Golkar Kulon Progo Periode 2020-2025 Suharto. 

KULON PROGO - DPD Golkar Kulon Progo menyebut Bupati Kulon Progo Agung Setyawan telah mengingkari janji.

Saat Pilkada, sosok bupati ini mendapat dukungan dari Golkar serta berjanji membesarkan nama partai.

Kekecewaan Golkar ke sosok Agung Setyawan dilontarkan, saat Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kulon Progo, Sabtu (22/11/2025).

Ketua DPD Golkar Kulon Progo Periode 2020-2025 Suharto menyayangkan pilihan bupati untuk berlabuh ke Partai Amanat Nasional (PAN).

"Beliau ingkar janji, saat pencalonan dan Ultah Golkar berjanji akan membesarkan partai," ucap Suharto, saat dikonfirmasi Radar Jogja, Senin (24/11/2025).

Suharto menjelaskan, saat Ultah Golkar di tahun 2024 lalu, Agung sempat mengucapkan sebagai kader baru partai.

Saat itu, Agung juga berjanji akan membesarkan partai Golkar di Bumi Binangun.

Harapan membesarkan partai pun pupus.

Lantaran, pasca menjadi Bupati Kulon Progo, Agung justru berlabuh ke PAN sebagai Ketua DPW PAN DIY.

Alhasil, janji membesarkan partai hanya diucap semata.

"Bagaimana mau membesarkan partai, lha orangnya sudah masuk partai lain," ungkapnya.

Suharto mengaku kecewa dengan keputas Agung.

Pasalnya, Golkar Kulon Progo telah mengupayakan segala hal dalam mendukung Agung.

Dengan modal lima kursi anggota legeslatif, Golkar mampu mengusung pasangan calon kepala daerah bersama dengan PAN dan PPP.

Kehadiran Golkar kala itu, memastikan pasangan Agung-Ambar dapat maju.

Pasalnya, kursi minimal untuk pengusungan minimal delapan kursi.

Sedangkan koalisi antara PAN dan PPP hanya memberikan lima kursi.

"Kalau tidam ada dukungan Golkar, belum tentu bisa maju," ungkapnya.

Pengusulan pasangan Agung-Ambar saat itu, juga terkesan mendadak.

Golkar secara langsung menerima permintaan koalisi untuk mendukung pasangan itu.

Dukungan langsung diberikan, mengingat Agung Setyawan memiliki kedekatan visi dengan partai.

Namun, setelah menjadi Bupati, Agung Setyawan justru menjadi Ketua DPW PAN DIJ. Posisi politik itu, justru tak menguntungkan PAN.

Kekecewaan Golkar bertambah, setelah diangkatnya Agung menjadi kader PAN tanpa memberikan pemberitahuan.

"Tidak ada pemberitahuan, kami juga sempat bertemu pasca masuk PAN," ungkapnya.

Golkar Kulon Progo sempat berkomunikasi pasca Agung dilantik menjadi Ketua DPW PAN.

Baca Juga: Fakta dan Kronologi Mencengangkan Kematian Alvaro: Bocah yang Ditemukan Setelah 9 Bulan Menghilang

Namun, jawaban Agung tak memuaskan Golkar.

Di samping itu, tawaran untuk masuk partai Golkar juga sempat diamini Ambar Purwoko.

Suharto menyampaikan, Ambar Purwoko sempat bertemu dengan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia.

Saat itu, dirinya menyaksikan Ambar menyatakan berniat masuk Golkar dengan penempatan sebagai badan pemenangan pemilu.

"Tidak konsisten menjadi kader, lha wong sudah ber-KTA Gerindra," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kulon Progo 2025-2030 Wisnu Prastya mengaku kecewa dengan pilihan Agung berlabuh ke PAN.

Akan tetapi, dirinya menyikapi kondisi itu sebagai dinamika politik.

Kekecewaan sebagai hal wajar, atas kepercayaan yang telah dilimpahkan oleh Golkar ke Agung.

"Kecewa pasti, tapi kami menghormati keputusan beliau," ungkapnya.

Kendati ditinggalkan oleh kepala daerah, dirinya tetap berusaha mengawal pemerintah daerah melalui kursi legeslatif.

Kebijakan yang dianggap baik akan didukung.

Sedangkan kebijakan buruk akan dikritik dan dikoreksi. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#ingkar janji #Bupati Kulon Progo Agung Setyawan #Kulon Progo #golkar #Musda #partai #DPD Golkar Kulon Progo