JOGJA – Partai NasDem merayakan ulang tahunnya yang ke-14 dengan fokus kuat pada perangkulan generasi muda dan reformasi internal partai.
Ketua DPP Bidang Hubungan Sayap dan Badan Partai NasDem, Ivan Hoe Semen, serta Ketua DPW Garda Pemuda NasDem DIY, Bagus Setyawan, menyoroti pentingnya peran anak muda dalam politik dan tantangan yang dihadapi partai dalam menarik minat mereka.
Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-14 NasDem telah dimulai sejak 11 Oktober 2025 dan akan mencapai puncaknya pada 11 November 2025.
Berbagai kegiatan seperti olahraga, sosial, donor darah, dan jalan sehat dilaksanakan di seluruh daerah sebagai bentuk partisipasi dan kedekatan dengan masyarakat.
Ivan Hoe Semen menyatakan bahwa dalam 14 tahun perjalanannya, NasDem telah membuktikan peningkatan perolehan suara dan kursi di DPR RI dalam setiap pemilu, dengan saat ini meraih 69 kursi.
"Sampai saat ini NasDem dipercaya oleh masyarakat, mendapatkan tempat di hati masyarakat," ujarnya, di Yogyakarta (2/11/2025).
Baik Ivan Hoe Semen maupun Bagus Setyawan menggarisbawahi bahwa pemilih pemula dan Gen Z merupakan mayoritas pemilih dalam pemilu terakhir maupun yang akan datang.
Bagus Setyawan menyebutkan angka 55% untuk pemilu 2024.
"Semua partai politik, saya rasa bukan hanya NasDem, akan berusaha merebut hati dari pemilih pemula dan Gen Z tersebut," kata Ivan Hoe Semen.
Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah antipati generasi muda terhadap politik.
Bagus Setyawan menjelaskan bahwa anak muda sering menganggap politik sebagai hal yang "berat-berat," sehingga banyak yang menjadi apatis.
Ivan Hoe Semen menambahkan bahwa kasus korupsi yang menjerat politisi turut memperparah pandangan negatif ini.
"Partai politik harus berbenah, harus melakukan reformasi di dalam, bagaimana partai politik itu tentunya harus peka terhadap kondisi masyarakat yang ada," tegas Ivan Hoe Semen.
Ia juga menekankan bahwa anak muda tidak boleh antipati terhadap politik, karena partisipasi mereka krusial untuk menyuarakan aspirasi dan membenahi partai politik ke depan.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang memiliki populasi anak muda cukup besar, Garda Pemuda NasDem DIY di bawah kepemimpinan Bagus Setyawan menerapkan strategi khusus.
Mereka mengadakan acara-acara yang diminati anak muda, seperti turnamen Mobile Legends dan mini soccer, untuk menunjukkan bahwa politik bisa "santai saja."
"Sebenarnya kita mengajarkan nilai-nilai sportivitas, sama dalam berpolitik itu sebenarnya tidak harus yang berat-berat," jelas Bagus Setyawan.
Menariknya, Bagus Setyawan mengungkapkan bahwa banyak anak muda justru "anti dengan kepartaian."
Oleh karena itu, dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan, NasDem DIY seringkali "melepaskan atribut-atribut dari partai."
Hal ini dilakukan agar mereka bisa lebih dekat dengan anak muda, memahami masukan mereka, dan memungkinkan anak muda berbicara lebih bebas tanpa terbebani simbol-simbol partai.
Meskipun demikian, NasDem tetap optimis dapat meraih suara anak muda.
"Suara anak muda nanti bisa ke mana saja," kata Bagus Setyawan.
Dia menekankan pentingnya partai untuk memberikan kader-kader terbaik yang bisa membawa aspirasi anak muda.
Tanpa harus membawa lambang-lambang partai secara eksplisit.
Ini menunjukkan komitmen NasDem untuk beradaptasi dan mendengarkan suara generasi penerus bangsa. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin