JOGJA - Partai Nasdem tahun ini memasuki usianya yang ke 14 tahun. Untuk memperingati itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem DIY menggelar rangkaian acara yang melibatkan lintas generasi.
Ketua DPW Partai Nasdem DIY Subardi mengatakan, rangkaian HUT Partai Nasdem tahun ini mengusung tema Konsisten Membawa Arus Perubahan. Fokus tujuannya adalah dampak bagi masyarakat luas.
"Pelayanan pada masyarakat melalui CKG (cek kesehatan gratis) dan donor darah serta pemberdayaan generasi muda," ujar pria yang akrab dipanggil Mbah Bardi, Kamis (31/10/2025).
Ketua Panitia HUT Nasdem Perwakilan DIY Widi Sutikno menambahkan, acara yang diadakan telah melalui pertimbangan yang matang agar seluruh lapisan masyarakat baik tua maupun muda bisa turut serta.
Rangkaian acara yang sudah terselenggara adalah CKG dan onor darah pada Minggu, (26/10/2025). Acara tersebut melibatkan masyarakat sekitar Kantor DPW Partai Nasdem DIY yakni warga kampung Papringan, Colombo dan sebagainya.
"Target sasaran kami di program ini adalah generasi tua, 100 orang mayoritas lansia tercatat mengikuti kegiatan ini kemarjn," jelasnya.
Selanjutnya, kegiatan donor darah dilakukan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman.
Sebanyak 32 orang ikut serta mendonorkan darahnya sebagai stok kebutuhan PMI Sleman.
"Sudah memenuhi minimal kuota PMI yakni 30 kantong darah," paparnya.
Ketua Garda Pemuda Nasdem DIY Bagus Setyawan menambahkan, beberapa hari ke depan hingga puncak acara 11 September, akan ada lomba mini soccer dan esport untuk para generasi muda.
Baca Juga: Kukusan Kekinian, Potensi Cuan dari Jual Makanan Sehat Zaman Dulu yang Sudah Jarang Ditemukan
Dalam program tersebut tersematkan tujuan yakni memberikan edukasi kepada anak muda bahwa politik dan partai politik itu menyenangkan.
"Edukasi dan merangkul anak muda biar melek politik. Pandangan anak muda kebanyakan, politik itu menyeramkan, makanya ini dibuat menyenangkan," ujarnya.
Ia menyadari bahwa saat ini anak muda mayoritas cenderung resisten terhadap apapun yang berbau politik, terlebih pada partai.
Maka dari itu, ia menilai perlu adanya program untuk merangkul pelan-pelan anak muda agar mengenal lebih dalam tentang partai politik.
Otomatis, itu akan memengaruhi masa depan Indonesia, khususnya dalam pemilihan di tahun yang akan datang.
"2029 itu 50 persen lebih pemilih adalah milenial dan Gen Z," tandasnya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita