Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Edukasi Pemilih Disabilitas Lewat Simulasi dan Pemilos, KPU Kota Magelang Dorong Demokrasi Inklusif

Naila Nihayah • Selasa, 7 Oktober 2025 | 14:50 WIB

KPU melakukan sosialisasi kepada siswa SLB N Kota Magelang, Senin (6/10).
KPU melakukan sosialisasi kepada siswa SLB N Kota Magelang, Senin (6/10).




MAGELANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan Pemilu yang inklusif bagi semua kalangan. Termasuk pemilih penyandang disabilitas dan pemilih pemula. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi kepemiluan di SMA Negeri 1 Kota Magelang dan SLB Negeri Kota Magelang.

Khusus di SLB Negeri Kota Magelang, kegiatan ini dikemas dengan cara menarik dan edukatif yang bertajuk 'Hakmu Sama, Suaramu Berharga'. Sebanyak 90 siswa-siswi mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka berasal dari tingkat SMP-LB dan SMA-LB dengan beragam latar belakang disabilitas. Mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, hingga tunadaksa.
 
Baca Juga: Direktur RS Grhasia Jadi Plt Kepala Dinkes DIY usai Pembajun Styaningastutie Pensiun: Pengisian Definitif Masih Dibahas, Target Terisi Tahun Ini

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Magelang Vica Vitri Utami mengutarakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat. Utamanya dalam memahami pentingnya menggunakan hak pilih mereka.

"Demokrasi sejati adalah demokrasi yang memberikan ruang bagi semua warga tanpa kecuali," ujarnya di SLB N Kota Magelang, Senin (6/10).

Tidak hanya menerima materi melalui audio visual, para siswa juga diajak melakukan simulasi pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS). Melalui kegiatan ini, mereka diperkenalkan pada tahapan pemilihan. Mulai dari daftar hadir, mencoblos surat suara, hingga memasukkannya ke kotak suara.
 
Baca Juga: Hasto Wardoyo Targetkan Atasi 50 Ton Sampah Sisa Makanan lewat Emberisasi, 'Sampah Tak Perlu Dibawa ke Depo'

Metode pembelajaran interaktif ini, kata dia, bertujuan agar peserta dapat merasakan langsung suasana Pemilu yang sebenarnya. Suasana kegiatan pun berlangsung ceria dan penuh semangat. Tim KPU turut menghadirkan ice breaking yang membuat peserta lebih rileks dan berani berpartisipasi.

Menurutnya, pendekatan seperti ini penting agar para siswa tidak hanya tahu teori, tapi juga mengalami proses demokrasi secara langsung. "Dengan begitu, ketika tiba waktunya nanti, mereka sudah siap menjadi pemilih cerdas dan mandiri," paparnya.

Sosialisasi ini juga menjadi ajang persiapan menjelang Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) di SLB Negeri Kota Magelang yang akan digelar pada 16 Oktober 2025. Pemilos menjadi sarana belajar demokrasi di lingkungan sekolah, di mana siswa dapat berlatih memilih secara jujur, langsung, dan rahasia, sebagaimana prinsip Pemilu sebenarnya.
 
Baca Juga: Kisah di Balik Lahirnya Superbella, Pabrik Maklon Skincare di Magelang, Gulung Tikar saat Pandemi, Mampu Bangkit Dirikan Pabrik

Dia mengatakan, kegiatan semacam ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran berdemokrasi sejak dini. Tetapi juga membangun rasa percaya diri bagi siswa penyandang disabilitas bahwa suara mereka bernilai sama dengan warga lainnya.

KPU ingin menanamkan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama. "Tidak ada perbedaan antara pemilih disabilitas dan pemilih lainnya. Suara mereka sama berharga dalam menentukan arah bangsa," tegasnya.
 
Baca Juga: Pemprov DIJ Segera Bangun Delapan Titik RTH di Sepanjang Sumbu Filosofi Jogja, Salah Satunya Eks TKP ABA

Melalui program ini, KPU Kota Magelang berharap kesadaran politik dan kepercayaan diri para penyandang disabilitas semakin tumbuh. Mereka bukan hanya objek sosialisasi, tetapi juga subjek yang berhak menentukan masa depan bangsa lewat hak pilihnya.

Ketua KPU Kota Magelang Misbachul Munir menyebut, partisipasi masyarakat dalam Pemilu harus dirasakan sebagai hak, bukan sekadar kewajiban. "Dengan edukasi yang tepat, kami berharap lahir generasi pemilih yang sadar, jujur, dan berintegritas," kata Munir. (aya)
 
 
 
Editor : Heru Pratomo
#KPU #SLB #inklusi #Disabilitas #TPS #Kota Magelang