MAGELANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan Pemilu yang inklusif bagi semua kalangan. Termasuk pemilih penyandang disabilitas dan pemilih pemula. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi kepemiluan di SMA Negeri 1 Kota Magelang dan SLB Negeri Kota Magelang.
Khusus di SLB Negeri Kota Magelang, kegiatan ini dikemas dengan cara menarik dan edukatif yang bertajuk 'Hakmu Sama, Suaramu Berharga'. Sebanyak 90 siswa-siswi mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka berasal dari tingkat SMP-LB dan SMA-LB dengan beragam latar belakang disabilitas. Mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, hingga tunadaksa.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Magelang Vica Vitri Utami mengutarakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat. Utamanya dalam memahami pentingnya menggunakan hak pilih mereka.
"Demokrasi sejati adalah demokrasi yang memberikan ruang bagi semua warga tanpa kecuali," ujarnya di SLB N Kota Magelang, Senin (6/10).
Tidak hanya menerima materi melalui audio visual, para siswa juga diajak melakukan simulasi pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS). Melalui kegiatan ini, mereka diperkenalkan pada tahapan pemilihan. Mulai dari daftar hadir, mencoblos surat suara, hingga memasukkannya ke kotak suara.
Metode pembelajaran interaktif ini, kata dia, bertujuan agar peserta dapat merasakan langsung suasana Pemilu yang sebenarnya. Suasana kegiatan pun berlangsung ceria dan penuh semangat. Tim KPU turut menghadirkan ice breaking yang membuat peserta lebih rileks dan berani berpartisipasi.
Menurutnya, pendekatan seperti ini penting agar para siswa tidak hanya tahu teori, tapi juga mengalami proses demokrasi secara langsung. "Dengan begitu, ketika tiba waktunya nanti, mereka sudah siap menjadi pemilih cerdas dan mandiri," paparnya.
Sosialisasi ini juga menjadi ajang persiapan menjelang Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) di SLB Negeri Kota Magelang yang akan digelar pada 16 Oktober 2025. Pemilos menjadi sarana belajar demokrasi di lingkungan sekolah, di mana siswa dapat berlatih memilih secara jujur, langsung, dan rahasia, sebagaimana prinsip Pemilu sebenarnya.
Dia mengatakan, kegiatan semacam ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran berdemokrasi sejak dini. Tetapi juga membangun rasa percaya diri bagi siswa penyandang disabilitas bahwa suara mereka bernilai sama dengan warga lainnya.
KPU ingin menanamkan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama. "Tidak ada perbedaan antara pemilih disabilitas dan pemilih lainnya. Suara mereka sama berharga dalam menentukan arah bangsa," tegasnya.
Melalui program ini, KPU Kota Magelang berharap kesadaran politik dan kepercayaan diri para penyandang disabilitas semakin tumbuh. Mereka bukan hanya objek sosialisasi, tetapi juga subjek yang berhak menentukan masa depan bangsa lewat hak pilihnya.
Ketua KPU Kota Magelang Misbachul Munir menyebut, partisipasi masyarakat dalam Pemilu harus dirasakan sebagai hak, bukan sekadar kewajiban. "Dengan edukasi yang tepat, kami berharap lahir generasi pemilih yang sadar, jujur, dan berintegritas," kata Munir. (aya)