Sebelumnya, ramai di media sosial potongan video yang memperlihatkan Sahroni saat melakukan kunjungan di Polda Sumatera Utara pada Jumat (22/8/2025) memberikan tanggapannya terkait desakan dibubarkannya DPR.
"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia.” ujar Sahroni.
Jelas setelah potongan wawancara itu beredar luas di media sosial, Sahroni dikritik bahkan dikecam oleh banyak warganet. Warganet menilai kata-kata seperti itu tidak pantas dan terkesan arogan keluar dari mulut seorang pejabat negara.
Tak lama setelah potongan video itu viral, Sahroni lewat akun Instagram pribadinya @ahmadsahroni88 mengunggah tangkapan layar dari akun @obskurithy yang menampilkan gambar orang bertopeng dengan latar gelap, ditambahkan tulisan yang kontras “Makin banyak orang tolol yang bangga akan ke-tolo’lan’nya.”
Unggahan itu semakin memantik respon geram publik di media sosial.
Postingan tersebut dinilai sebagai sindiran langsung kepada oknum-oknum yang mengkritik DPR dan mendesak DPR dibubarkan. Kolom komentarnya pun dibanjiri kecaman.
Dalam postingannya yang lain, ia mengunggah video full wawancaranya ketika kunjungan ke Polda Sumut kala itu.
Dalam caption ia menuliskan “Yang lagi rame dan inilah Video Full yang musti ditonton… tolong cerna baik baik apa yang saya sampaikan..”
Kolom komentarnya pun masih dibanjiri dengan komentar-komentar negatif, kritik, sindirian, bahkan kecaman.
Dalam kasus ini, bukan hanya persoalan ucapan di lapangan yang dinilai keras, tetapi juga cara Sahroni merespon kritik yang menurut banyak pengamat kurang empati terhadap suasana publik.
Penulis: Ayu Andayani Saputri