SLEMAN - Dalam rangka memperkuat dan meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara serta ideologi bangsa Indonesia, sebuah Forum Koordinasi dan Sinkronisasi (FKS) digelar di Ballroom The Rich Hotel, Kamis (21/8). Mengangkat tema "Memajukan Indonesia: Sinergi Lintas Sektor dalam Internalisasi Ideologi Pancasila pada Lingkungan Pendidikan dan Penyelenggaraan Negara.
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hamdan Hamedan, M.A. dalam sambutannya mengungkapkan tentang Pancasila sebagai Pemicu Persatuan, Pemacu Pembangunan. "Mengapa Indonesia tetap tercipta meskipun ada tantangan, karena memiliki kesamaan nasib, kesamaan cita-cita dan pancasila,” tuturnya.
Hamdan Hamedan juga menambahkan, “Asta Cita dan Program Presiden Prabowo menunju Indonesia Emas 2045 ini yaitu melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, Dan Perumahan Rakyat.”
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol DIY, Lilik Andri Aryanto, menambahkan mengenai implementasi pembinaan dan internalisasi ideologi Pancasila di lingkungan pendidikan serta penyelenggaraan negara di wilayah DIY.
Ia menjelaskan tentang berbagai landasan hukum yang mendasari kegiatan tersebut, pentingnya wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai Pancasila yang harus diintegrasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Lilik juga mengungkapkan peran strategis Badan Kesbangpol DIY dalam mendukung proses ini termasuk melalui pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Daerah DIY untuk memperkuat pemahaman dan komitmen terhadap ideologi Pancasila.
Selanjutnya, Toto Purbiyanto, S.Kom., M.Ti., Direktur Pengkajian, Implementasi, dan Pembinaan Ideologi Pancasila di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), turut menyampaikan materi mengenai pembinaan ideologi Pancasila.
Dalam paparannya, ia menjelaskan tujuan pembinaan yang diarahkan untuk memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di berbagai lapisan masyarakat. Ia juga memaparkan sasaran strategis dari program pembinaan tersebut, termasuk generasi muda, aparatur pemerintah, dan institusi pendidikan.
Toto menegaskan pentingnya memperkokoh ideologi Pancasila sebagai dasar dalam mewujudkan visi dan misi Kabinet Merah Putih. "Guna menciptakan pemerintahan yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa," tuturnya.
Internalisasi Pancasila harus dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi lintas sektor, dari pusat hingga daerah, dengan melibatkan masyarakat dan akademisi. Forum ini menjadi wadah refleksi dan penguatan komitmen membumikan Pancasila, serta diharapkan melahirkan gagasan aplikatif dan kolaborasi yang solid.
Acara ini dhadiri kurang lebih 200 peserta dari berbagai instansi dan lembaga, mulai dari perwakilan kementerian, dan lembaga pusat maupun daerah, TNI, Polri, OPD, hingga sivitas akademika. (Aditya Putra)
Editor : Heru Pratomo