Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prabowo Tegaskan Komitmen terhadap Reformasi dalam Revisi UU TNI: Berjanji Tidak Akan Mengkhianati Reformasi!

Bahana. • Selasa, 8 April 2025 | 22:33 WIB

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 7 jurnalis dari 7 media berbeda di Hambalang, Jawa Barat, 6 April 2025. Ketujuh jurnalis tersebut mewawancarai Prabowo secara bersama-sama.
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 7 jurnalis dari 7 media berbeda di Hambalang, Jawa Barat, 6 April 2025. Ketujuh jurnalis tersebut mewawancarai Prabowo secara bersama-sama.
RADAR JOGJA - Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan bahwa semangat reformasi akan tetap menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan, termasuk dalam revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang tengah menuai sorotan.

Ia membantah anggapan bahwa revisi tersebut akan membuka jalan bagi kembalinya dominasi militer dalam ranah sipil.

"Saya tegaskan, tidak ada niat untuk menghidupkan kembali militerisme. Saya tidak akan mengkhianati reformasi," kata Prabowo dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media nasional di Jakarta, Senin (7/4).

Revisi UU TNI 2025 menjadi bahan diskusi publik setelah muncul kekhawatiran bahwa aturan baru ini dapat memunculkan kembali praktik dwifungsi militer, terutama terkait peluang prajurit aktif menduduki posisi di lembaga-lembaga sipil.

Namun Prabowo menepis kekhawatiran tersebut. Ia menegaskan bahwa hanya prajurit yang telah pensiun yang dapat menempati posisi di perusahaan milik negara atau lembaga sipil lainnya.

“Tidak ada ruang bagi anggota aktif TNI untuk masuk ke BUMN. Itu sudah menjadi prinsip,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa revisi UU TNI lebih difokuskan pada penyesuaian usia pensiun bagi perwira tinggi, agar sejalan dengan kebutuhan organisasi militer yang dinamis dan perubahan situasi geopolitik global.

Meski demikian, sebagian kalangan tetap menyuarakan pentingnya keterbukaan dalam proses legislasi.

Para pengamat dan aktivis menilai, keterlibatan masyarakat sipil mutlak diperlukan agar arah revisi tetap sejalan dengan cita-cita reformasi yang telah diperjuangkan sejak akhir era Orde Baru.

Penulis: Samil Ngirfan Al Makki 

Editor : Bahana.
#Revisi UU TNI #Presiden Prabowo #prabowo