Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komentar Haris Azhar Terkait Retret, Lebih Kelihatan Jalan-Jalan hingga Arisan Prabowo dengan Megawati

Anom Bagaskoro • Sabtu, 22 Februari 2025 | 07:00 WIB

Haris Azhar
Haris Azhar


KULON PROGO - Di tengah banyaknya sambutan kepala daerah, muncul sosok Aktivis HAM Haris Azhar yang kebetulan juga tiba di YIA, Jumat (21/2) sore. Sontak kehadirannya menjadi serbuan awak media yang meanyakan perihal retret kepala daerah di Magelang.


Aktivis HAM Haris Azhar mengaku bingung dengan program retret dari Presiden Prabowo. Retret dinilai mampu menyiapkan kepala daerah untuk memimpin wilayahnya masing-masing dengan fisik dan fikiran yang ideal.


"Mudah-mudahan sehat otaknya, sehat badannya, supaya tidak korup," ucap Haris, sambil bercanda dengan awak media, Jumat (21/2).

Baca Juga: Korban Keracunan Massal Hajatan Dapat JPS, Pembiayaan Penanganan Medis Bisa Diklaim Maksimal 27 Februari: Simak Cara Klaimnya..

Haris sebenarnya berharap, retret dapat memoles kepala daerah agar menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan. Sekaligus, mencegah kepala daerah untuk bertindak korup.


Akan tetapi, dengan waktu seminggu retret dinilai tidak dapat efektif. Lantaran, untuk membekali kepala daerah seharusnya lebih banyak waktu yang dibutuhkan. Selain itu, retret tak seharusnya dilaksanakan di Akmil Magelang.


"Lebih kelihatan jalan-jalan saja, kan udara Magelang seger ya," ungkapnya.

Baca Juga: Instruksi Megawati, Sejumlah Kepala Daerah PDIP Transit di Jogja: PHRI DIY Sebut Banyak Keluarga Menginap di Hotel Wilayah Kota dan Sleman

Haris juga khawatir, retret berpotensi bertentangan dengan agenda efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat. Lantaran, butuh biaya banyak dalam melaksanakan retret. Terlebih ajudan yang mendampingi di luar akmil juga dibayar oleh negara. Sehingga, keberadaan mereka justru menghabiskan anggaran.


Haris juga menanggapi perihal keluarnya instruksi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang meminta kader PDIP menunda retret. Menurutnya, urusan politik terlalu ruwet antara PDIP dan Prabowo.


"Itu sudah di level arisan antara Prabowo dan Mega," ucapnya. (gas)

 
 
 
Editor : Heru Pratomo
#aktivis ham #Magelang #haris azhar #YIA #Retret