MAGELANG - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat ada 450 dari 503 kepala daerah (kada) peserta retret yang telah hadir mengikuti upacara prosesi penyambutan di Akmil Magelang. Enam di antarnya izin dan 47 belum menampakkan batang hidungnya hingga pukul 17.30.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto menyebut, peserta retret yang seharusnya hadir ada 503 kada. Namun dia mencatat baru ada 450. "Dari 450 itu, 10 (kada) datang telat secara berurutan. Artinya, upacara prosesi penyambutan telah dilaksanakan," paparnya usai prosesi penyambutan, Jumat (21/2).
Dia mengatakan, dari 450 kada yang hadir itu, 19 di antaranya mengenakan gelang merah. Sebab kondisi fisiknya memerlukan atensi khusus. Seperti pascaoperasi, mengidap penyakit serius, dan lain-lain. Meski begitu, mereka tetap bersemangat untuk hadir mengikuti retret.
Sebanyak 19 kada yang memerlukan atensi itu, lanjut dia, bakal mendapat dispensasi pada kegiatan-kegiatan tertentu. Itu berarti, ada 53 kada yang tidak hadir di acara hari ini. "Dari 53 itu, kami mendapatkan data ada enam (kada) telah menyampaikan surat izin kepada panitia," terangnya.
Bima mengatakan, dari enam kada yang izin, lima di antaranya tengah sakit dan tidak memungkinkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan retret. Sementara satu kada lainnya izin karena ada acara keluarga.
Namun, kegiatan retret ini dinilai sangat penting bagi kada sehingga perlu ada yang menggantikannya untuk hadir. Sebab, pemerintah pusat juga perlu menyinkronkan program-programnya dengan masing-masing daerah.
Dengan begitu, pengganti dari kada itu dapat menyampaikan kepada stakeholders di daerahnya masing-masing. "Karena itu, bagi yang diizinkan tidak hadir, dapat mengirimkan wakilnya. Jika tidak bisa juga, bisa mengirim sekretaris daerah agar menggantikan rangkaian acara di sini," sebutnya.
Bima melanjutkan, masih ada 47 kada yang belum hadir hingga upacara prosesi penyambutan rampung. Panitia masih menunggu kedatangan mereka. Apabila diputuskan tidak hadir karena satu atau lain hal, maka panitia meminta kepada kepala daerah mengirimkan wakilnya.
Hanya saja, dia tidak bisa memastikan 47 kada tersebut berasal dari kader PDIP. Karena dia hanya mendapat data secara mentah. Dia menyebut, 47 kada itu bisa jadi berasal dari latar belakang partai lain. "Bisa juga mereka terlambat atau ada hal-hal lain," paparnya.
Untuk itu, panitia akan berupaya menghubungi 47 kada yang belum hadir di lokasi retret. Panitia juga tetap menerima kehadiran para kada, meskipun terlambat. "Besok sudah mulai pemberian materi. Jadi, malam ini semua akan diputuskan, mana yang akan mengirimkan wakilnya atau mana yang bisa ditunggu," tambahnya.
Untuk diketahui, DPP PDIP menginstruksikan agar kepala dan wakil kepala daerah seluruh Indonesia untuk menunda perjalanan mengikuti retret di Magelang. Hal itu tertuang dalam Instruksi Harian Ketua Umum Nomor 7294/IN/DPP/II/2025.
Selain itu, para kepala dan wakil kepala daerah diminta tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call. "Belum kami rekap (jumlah kada dari kader PDIP yang hadir). Ini hanya angka keseluruhan," ucapnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo