JOGJA - Sejumlah kepala daerah (kada) menunda keikutsertaannya pada kegiatan retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, menyusul keluarnya instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Terutama para kada yang berasal dari kader PDIP.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan menunda keikutsertaan pada retret di Magelang. "Kami semua (kader PDIP) tegak lurus instruksi ketua umum," tandasnya saat dikonfirmasi Jumat (21/2).
Endah sendiri merupakan kader PDIP yang menjabat ketua DPC PDIP di Gunungkidul. Bersama wakilnya Joko Parwoto, Endah diusung tiga partai politik yakni PDIP, Partai Golkar, dan PKB pada Pilkada 2024 lalu.
Ia mengakui, untuk seluruh kepala daerah yang merupakan kader PDIP sedang menunggu perintah dan arahan selanjutnya dari DPP PDIP mengenai kegiatan retret. "Khusus dari PDIP, tunggu perintah ibu ketum," tegasnya.
Sebelum berangkat untuk pelantikan kepala daerah di Jakarta, Endah Subekti mengaku akan taat dan tunduk untuk melaksanakan retret sesuai jadwal. Dirinya telah melakukan persiapan sesuai SE Mendagri Nomor 200.5/628/SJ.
"Melihat materi retret dengan berbagai narasumber, semoga bisa menambah wawasan bernegara dan wawasan Nusantara. Juga memahami apa yang menjadi pogram kerja presiden. Dilihat ada beberapa menteri kabinet menjadi narasumber. Termasuk yang membidangi makan bergizi gratis," kata Endah pada Kamis (13/2) lalu.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengaku akan tetap berangkat mengikuti retret di Magelang. Harda-Danang sendiri diusung oleh Koalisi Sleman Baru yang didukung 12 partai, termasuk PDIP.
"Siang ini (kemarin, Red) saya akan berangkat. Sudah persiapaan fisik dan olahraga," kata Harda kepada wartawan kemarin (21/2). Dia mengaku akan berada di Magelang selama delapan hari.
Selama periode itu, pemerintahan di Sleman akan dipegang Wakil Bupati Danang Maharsa. "Saya tetap jalan, karena saya didukung oleh beberapa partai," kata mantan Sekda Sleman yang asli Godean ini.
Sementara itu Wabup Danang Maharsa menyebut masih menunggu instruksi lanjutan. Hal ini karena dari instruksi menteri dalam negeri, wakil kada diharuskan datang ke Magelang hanya pada hari terakhir retret. "Kalau saya menunggu instruksi selanjutnya dari ketua umum. Pasti itu," ujar kader PDIP ini.
Ketua DPC PDIP Sleman Koeswanto menegaskan, Danang sebagai kader harus mengikuti instruksi dari ketua umum. Baik nanti diminta berangkat atau tidak. "Danang harus mengikuti. Perintah dari partai harus dipegang," katanya.
Sedangkan untuk Harda, dia menyebut DPC PDIP tidak bisa melarang. Meski begitu, dia menyebut Harda sendiri sudah berkomunikasi dengan DPP PDIP.
"Kami tidak bisa mengekang Pak Harda karena itu perintah dari presiden. Jalankan saja sesuai keputusan," jelasnya. (ndi/del/laz)
Editor : Heru Pratomo