RADAR JOGJA - Nama Vicky Prasetyo kini kembali menjadi sorotan publik, bukan karena sensasi, melainkan langkahnya dalam dunia politik.
Mantan presenter dan selebriti yang dikenal dengan pidatonya yang penuh semangat ini ternyata gagal merebut hati masyarakat Pemalang dalam Pilkada 2024.
Dalam ajang Pemilihan Bupati (Pilbup) Pemalang yang digelar pada Rabu (27/11/2024), pasangan Vicky Prasetyo-Suwandi harus puas berada di posisi paling bawah dari tiga pasangan calon yang bertarung.
Meski sempat menyampaikan janji-janji besar, seperti meningkatkan iklim dunia usaha demi membuka lapangan kerja bagi masyarakat Pemalang, suara yang diraih pasangan ini sangat minim.
Menurut hasil perhitungan cepat, pasangan nomor urut 1 ini hanya mampu mengantongi 536 suara.
Jumlah tersebut membuat mereka tertinggal jauh dari pesaing lainnya.
Menyikapi hasil tersebut, Vicky Prasetyo menunjukkan sikap legowo. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @vickyprasetyo777, disitu ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan pendukung yang telah berjuang bersamanya.
"Maaf saya belum bisa membawa Pemalang dalam kemenangan dan membawanya lebih baik. Minimal saya sudah mengenalkan lebih dikenal tentang Pemalang di negeri kita," ujar Vicky.
Unggahannya tersebut langsung menuai beragam komentar, baik dari pendukungnya maupun dari masyarakat yang mengikuti perjalanan politiknya.
Meski kalah, Vicky merasa usahanya tak sepenuhnya sia-sia. Ia menganggap bahwa langkahnya maju dalam Pilkada sudah berhasil memperkenalkan Pemalang ke tingkat nasional.
Pidato-pidato berapi-api Vicky selama kampanye yang sering diwarnai dengan janji-janji ambisius, rupanya belum cukup untuk menarik simpati warga Pemalang.
Namun, ia tetap bangga karena telah berkontribusi untuk mengangkat nama daerah tersebut di kancah nasional.
Langkah Vicky Prasetyo di dunia politik mungkin baru saja dimulai. Meski kali ini ia harus menelan kekalahan, perjalanan ini bisa menjadi pelajaran berharga baginya.
Warga Pemalang pun berharap para kandidat, termasuk Vicky, akan tetap berkontribusi untuk pembangunan daerah, meski tidak dalam posisi formal.
Editor : Winda Atika Ira Puspita