Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Debat Pemungkas Calon Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, Fokus Ukur Visi Misi Bukan Saling Menjelekkan Antarpaslon

Muhammad Hafied • Rabu, 20 November 2024 | 00:43 WIB
DEBAT PASLON : Ketua KPU Kebumen Dzakiyatul Banat menberikan sambutan sebelum perosesi debat perdana berlangsung.
DEBAT PASLON : Ketua KPU Kebumen Dzakiyatul Banat menberikan sambutan sebelum perosesi debat perdana berlangsung.

 

KEBUMEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen telah menjadwalkan debat pemungkas calon bupati dan calon wakil bupati pada, Rabu (19/11). Debat sesi kedua tersebut bakal mengulik tema besar tentang kesejahteraan dan kualitas hidup. Ajang adu program dan gagasan bagi paslon ini juga sekaligus menutup tahapan debat di Pilkada 2024.

Ketua KPU Kebumen Dzakiyatul Banat menyampaikan, tema yang diusung terdiri dari lima subtema. Yakni, menyangkut soal pendidikan, kesetaraan gender, ekonomi, pelayanan masyarakat serta keamanan dan ketertiban umum. "Misal terkait kesehatan dan bagaimana dengan disabilitas. Itu kan masuk subtema layanan masyarakat," jelas Banat, Selasa (19/11).

Dalam prosesi debat, KPU Kebumen sendiri bakal menghadirkan para panelis untuk menguji kemampuan masing-masing paslon. Dari debat terakhir ini publik diharapkan dapat mencerna penjabaran visi dan misi setiap paslon. Massa pendukung di lokasi debat pun dibatasi. Cuma 100 orang setiap paslon. “Tapi kami buka siaran lewat kanal resmi," ucapnya.

Baca Juga: Puluhan Toko Miras di Kota Jogja Disegel, Satpol PP Klaim Belum Temukan Modus Baru Peredaran

Baca Juga: Menteri LH Komentari Kondisi Depo Sampah di Depo Mandala Krida Kota Jogja, Hamengku Buwono X Merasa Tidak Nyaman

Banat menjelaskan, sudah ada kesepakatan berbagai pihak terkait pelaksanaan debat terakhir. Sebelumnya debat berlangsung pada malam hari, namun kali ini dijadwalkan siang hari. Keputusan final tersebut menjadi bagian antisipasi terhadal segala potensi gangguan di luar keinginan. "Sudah ada evaluasi. Tinggal kami minta pendukung itu saling menjaga," jelas Banat.

Koordinator Presidium Lentera Demokrasi Agus Hasan Hidayat menekankan, bahwa debat merupakan ruang pendidikan politik bagi masyarakat. Bukan sebagai ajang saling serang antar paslon. Dia juga berharap proses debat pamungkas ini jauh lebih berkualitas. Setiap paslon diharapkan dapat menyodorkan dialektika yang mampu dicerna masyarakat. "Pelaksanaan debat harus memiliki tujuan lebih luas. Saling berlomba mengukur visi dan misi. Tidak saling menjelekan antarpaslon," terangnya.

Agus pun mengingatkan debat paslon bukan menjadi ajang perebutan simpati belaka. Melainkan sebagai tolok ukur kemampuan paslon dalam meramu kebijakan strategis ke depan. "Apapun harus saling menghargai. Yang namanya visi dan misi pasti baik," ujarnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#calon bupati #kesejahteraan #KPU #kebumen #debat #wakil bupati #pemungkas