Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Debat Pemungkas Pilkada Kabupaten Magelang: Satria Permudah Izin Investor, Progress Tekankan Potensi Lokal dan Riset

Naila Nihayah • Kamis, 14 November 2024 | 20:55 WIB

 

ADU GAGASAN: Kedua paslon bupati dan wakil bupati Magelang mengikuti debat publik putaran kedua di Artos Hotel & Convention, Rabu malam (13/11/2024).
ADU GAGASAN: Kedua paslon bupati dan wakil bupati Magelang mengikuti debat publik putaran kedua di Artos Hotel & Convention, Rabu malam (13/11/2024).

MUNGKID - Debat publik putaran kedua Pilkada Kabupaten Magelang berlangsung lebih seru dan panas dibanding sebelumnya.

Kedua pasangan calo (paslon) Sudaryanto-Agung Trijaya (Satria) dan Grengseng Pamuji-Sahid (Progress) tampil maksimal dalam gelaran tersebut.

Masing-masing tim pendukung paslon bupati dan wakil bupati Magelang memadati Artos Hotel & Convention, Rabu malam (13/11/2024).

Meski ada pembatasan pendukung yang diperbolehkan masuk ke ruang debat, namun riuh dukungan menggema di luar hotel.

Debat pemungkas ini mengusung tema Inovasi Tata Kelola Pemerintah Daerah dan Kualitas Pelayanan Publik dalam Meningkatkan Daya Saing Kabupaten Magelang.

Kemudian, diturunkan menjadi tiga subtema, yakni penyelesaian persoalan daerah, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan.

Adapun panelis yang terlibat, antara lain anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini serta dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan UGM Yogyakarta Joash Elisha Stephen Tapiheru.

Lalu, Ketua Departemen Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang Sukaryo Waluyo dan LBHKHI UGM Wasingatu Zakiyah.

Pada pendalaman visi, misi, dan program disinggung terkait tiga sektor unggulan di Kabupaten Magelang.

Meliputi sektor pariwisata, pertanian, dan UMKM. Untuk memberdayakan pelaku UMKM, pasangan Satria memiliki konsep dengan mengikuti pameran-pameran di luar daerah sebagai sarana promosi.

Sehingga produk lokal Kabupaten Magelang bisa dikenal oleh masyarakat luas.

Satria juga berkomitmen untuk memudahkan perizinan bagi investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Magelang.

Sudaryanto mengatakan, ingin memberikan keringanan pajak di tahun pertama.

Di sektor pariwisata, Satria ingin menggiatkan wisata di sekitar Borobudur.

"Kami akan memberikan fasilitas kepada pengusaha perhotelan untuk mendirikan hotel dan restoran," kata dia.

Sementara pasangan Progress ingin merumuskan sektor pariwisata, pertanian, dan UMKM berbasis potensi serta riset.

Sehingga nantinya akan saling terintegrasi antarinfrastruktur dan bermuara pada satu tatanan yang baik.

Grengseng mencontohkan, Kecamatan Windusari memiliki kelebihan dari bidang sumber daya alam, tetapi lemah dalam bidang infrastruktur.

"Sekitaran (lereng) Merapi, di Dukun dan Srumbung punya kelemahan dari infrastruktur jalan. Kalau itu semua tersambung dengan Borobudur yang baik, saya yakin akan tumbuh Magelang menjadi wisata dunia karena tersambung antardestinasi berbasis potensi lokal dan riset," ujar dia.

Calon Bupati Magelang Nomor Urut 01 Sudaryanto optimistis debat putaran pertama maupun kedua dapat memenangkan hati masyarakat Kabupaten Magelang.

"Saat mendaftar di KPU, kami sudah optimis. Seorang ksatria, ketika sudah menentukan sikap, harus disertai dengan optimisme," lontarnya.

Baca Juga: Panas! Debat Kedua Pilkada Kota Magelang Diwarnai Saling Sikut Atarpaslon: Adu Program dan Strategi untuk Masa Depan Kota

Sementara itu, Calon Bupati Magelang Nomor Urut 02 Grengseng Pamuji mengutarakan, poin-poin mengenai visi, misi, dan program pasangan Progress sudah disampaikan dalam debat.

"Kita ingin di Kabupaten Magelang, masyarakat mendapatkan hak layanan dasarnya. Baik pendidikan maupun kesehatan. Maka kami akan mengusahakan semuanya agar tercapai," bebernya.

Ketua KPU Kabupaten Magelang Ahmad Rofik mengutarakan, debat terakhir ini untuk memberi pemahaman kembali kepada masyarakat tentang visi, misi, dan program kedua paslon.

Dia menilai, debat pemungkas kali ini lebih baik dari sebelumnya.

"Masa kampanye masih akan berlangsung sampai 23 November. Mereka (para paslon) bisa mengadakan pertemuan umum, tapi waktunya beluma," kata dia. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Magelang #Pilkada Kabupaten Magelang #putaran kedua #Paslon Bupati dan Wakil Bupati #Debat Publik #debat pemungkas