MAGELANG - Dua pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali Kota Magelang kompak mengenakan batik saat menghadiri debat publik putaran pertama, Selasa malam (29/10). Muchamad Nur Aziz-M Mansyur (Aman) serta Damar Prasetyono-Sri Harso (Damai) saling beradu gagasan terbaiknya. Sesekali debat diwarnai saling sindir antarpaslon.
Tema yang diangkat dalam debat perdana ini adalah "Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas SDM Kota Magelang". Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang menggandeng dua akademisi dan seorang profesional sebagai tim perumus serta panelis dalam debat ini. Para pendukung paslon turut hadir untuk memberi semangat.
Debat dibagi menjadi enam segmen yang diawali dengan paparan visi, misi, dan program kerja masing-masing paslon. Pasangan Aman yang merupakan petahana mengunggulkan prestasi dan kinerja yang selama ini telah dilaksanakan. Keduanya ingin melanjutkan kembali program-porgram unggulan yang sudah dirancang sebelumnya.
Terutama program pemberdayaan masyarakat atau Rodanya Mas Bagia yang telah dilakukan. Termasuk pemberian dana Rp 30 juta per RT per tahun. Nantinya, dia menjanjikan bakal ada penambahan alokasi dana menjadi Rp 50 juta per RT per tahun. Aziz menilai, masyarakat Kota Magelang semakin menikmati program tersebut. Sehingga dia berjanji untuk melanjutkan program pemberdayaan masyarakat itu.
Baca Juga: Rapat Paripurna Penyampaian Raperda APBD Kebumen 2025 Akhirnya Digelar setelah Tiga Kali Gagal
Selain itu, dia juga ingin melanjutkan program Jemput Sakit Antar Sehat (JSAS). Kemudian, program Magelang agamis (Porgramis) yang mampu membawa Kota Magelang menduduki peringkat keenam sebagai Kota Toleran di Indonesia. Pada kesempatan itu, Aziz menginginkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berbasis teknologi.
Sementara pasangan Damai mengusung konsep Kota Magelang sebagai kota perdagangan dan jasa. Dia menyadari, Kota Magelang tidak mempunyai sumber daya alam. Sehingga keduanya ingin meningkatkan SDM Kota Magelang yang berkualitas. Untuk meningkatkan kualitas SDM itu, Damai menjanjikan persiapan pendidikan formal dan nonformal.
Dia merinci, pendidikan formal dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana sekolah secara bertahap. Kemudian, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan melalui diklat serta mengalokasikan beasiswa pendidikan vokasi. Untuk pendidikan nonformal dilakukan dengan pelatihan keterampilan masyarakat sesuai kebutuhan kerja.
Dalam sesi tanya jawab, Damar menyebut strategi yang dilakukan untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Satu di antaranya didapat dari investor yang tertarik berusaha di Kota Magelang.
Baca Juga: Motor Ikonik Honda ST125 Dax Tampil Makin Unik dan Beda
Namun, tanpa adanya daya saing, maka akan sangat sulit suatu daerah menjadi favorit bagi para investor. Karena itu, dia ingin menyederhanakan birokrasi, memaksimalkan penggunaan teknologi, dan optimaslisasi pelayanan satu pintu.
Calon Wali Kota Magelang Nomor Urut 01 Muchamad Nur Aziz mengatakan, debat perdana ini sebagai sarana agar masyarakat lebih mengetahui ide-ide dan gagasan dari masing-masing paslon. Masyarakat juga bisa menilai sejauh mana kontribusi para paslon. "Tinggal nanti masyarakat bisa memilih siapa yang akan membawa Kota Magelang menjadi maju, sehat, dan bahagia," ujarnya.
Program pemberdayaan masyarakat Kota Magelang dipelopori oleh pasangan Aman. Tujuannya agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam pembangunan. Dia pun sangat optimistis program pemberdayaan tersebut dapat mengantarkan masyarakat Kota Magelang semakin berdaya dan sejahtera. "Selama 3,5 tahun program itu berjalan. Kami akan tuntaskan dan lanjutkan," imbuhnya.
Calon Wali Kota Magelang Nomor Urut 02 Damar Prasetyono mengaku puas dengan pertanyaan dan jawaban yang didapat. Menurutnya, debat ini diselenggarakan agar masyarakat mengetahui program dan terobosan untuk Kota Magelang. "Pada debat kedua akan kami siapkan lagi lebih maksimal. Apapun itu untuk masyarakat Kota Magelang," sebutnya.
Editor : Heru Pratomo