MUNGKID - Debat publik putaran pertama bupati dan wakil bupati Magelang sukses dihelat di Artos Hotel & Convention, Senin malam (28/10). Kedua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Magelang Sudaryanto-Agung Trijaya serta Grengseng Pamuji-Sahid adu visi, misi, dan program pada debat tersebut.
Debat putaran pertama kali ini mengambil tema "Sinkronisasi pembangunan daerah dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan keberlanjutan di Kabupaten Magelang". Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang menggandeng sejumlah tim perumus dan panelis untuk terlibat dalam perhelatan itu.
Dalam sesi tanya jawab, pasangan Grengseng-Sahid mendapat pertanyaan mengenai program untuk mendukung kegiatan ekspor, utamanya sektor pertanian yang belum optimal dari segi pemasaran. Grengseng mengakui, saat ini kegiatan ekspor terkendala dengan perizinan dan keterbatasan administrasi.
Baca Juga: Debat Publik Perdana Pilkada Purworejo, Yophi-Prabowo Tak Bagi-Bagi Proyek, Yuli-Dion Go Digital
Dia menjanjikan, ke depan akan memfasilitasi petani muda di Kabupaten Magelang untuk tampil ke dunia internasional agar menjadi eksportir muda. Mereka juga akan memaksimalkan potensi riset dan teknologi berbasis wilayah. Sehingga bisa membuat sebuah produk dengan tiga aspek, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Dengan begitu, dia optimistis, produk pertanian dapat dikenal lebih luas.
Sementara pasangan Sudaryanto-Agung mendapat pertanyaan soal program yang akan dijalankan untuk mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Magelang. Keduanya memiliki program untuk menyelesaikan permasalahan sampah di tingkat rumah tangga.
Mereka akan membuat bank-bank sampah untuk kelompok di pedesaan. Agar selanjutnya dapat ditampung di TPA dan didaur ulang menjadi pupuk atau produk lain. Selain itu, pasangan Sudaryanto-Agung juga mendapat pertanyaan soal program untuk meningkatkan partisipasi angka kerja perempuan.
Keduanya menjanjikan untuk menyediakan kursus-kursus, seperti tata rias hingga menjahit. Sudaryanto juga berkomitmen untuk memberikan modal bagi perempuan yang ingin merintis usaha. Namun, dia tidak merinci secara detail. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo