PURWOREJO - Dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Purworejo mengikuti debat publik perdana dengan tema Tata Kelola Pemerintah yang Baik di Ganecha Convention Hall (GCH) pada Selasa (29/10). Kedua paslon saling beradu gagasan dan konsep untuk Kabupaten Purworejo yang lebih baik.
Masing-masing paslon tampak berpenampilan prima dan percaya diri dalam debat tersebut. Paslon nomor urut 01 Yophi Parbowo - Lukman Hakim (Yophi-Lukman) kompak mengenakan pakaian serba putih sama seperti saat mendaftar ke KPU Kabupaten Purworejo. Sedang, paslon nomor urut 02 Yuli Hastuti - Dion Agasi Setiabudi (Yuli-Dion) mengenakan kostum batik berwarna coklat sarimbit.
Debat publik tersebut dibagi menjadi enam segmen. Yakni, diawali dengan paparan visi, misi, dan program kerja dari masing-masing paslon. Adapun, sub tema yang diangkat dalam sesi tanya jawab yaitu terkait transformasi digital, pemberantasan korupsi, pelayanan publik, hingga pemberdayaan desa.
Dalam debat tersebut setiap paslon sama-sama menyampaikan dan beradu gagasan untuk Purworejo yang lebih baik. Suasana debat kian hidup dengan adanya sorakan dari masing-masing pendukung paslon.
Baca Juga: Aksi Kekerasan Dipicu Konsumsi Miras, Minuman Keras Sangat Mudah Diakses di Jogja
Baca Juga: Wisuda Universitas Terbuka Yogyakarta Periode II Tahun 2024: Momen Bersejarah dan Inspiratif
Dalam sesi tanya jawab, calon bupati nomor urut 01 Yophi Prabowo mendapatkan pertanyaan terkait langkah strategi untuk mencegah proyek-proyek yang ada di Purworejo agar bebas dari korupsi. Selain itu, proyek dapat langsung memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
Mengingat, belum lama ini KPK mengeluarkan rilis, bahwa tiga proyek strategis di Purworejo mengalami kendala sehingga bisa menimbulkan celah fraud. "Purworejo mendapat status 'waspada korupsi' berdasar survei SPI 2023 dengan skor 74,94 dan berada di peringkat ke-25 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan rata-rata 76,58. Jika kami diberi amanah, kami tidak akan mengatur proyek dan bagi-bagi proyek," jawabnya.
Menurut Yophi, korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara saja. Namun, juga mengancam prinsip-prinsip keadilan sosial. Untuk itu, pasangan Yophi-Lukman bertekad akan memberi teladan yang baik bagi masyarakat. "Membangun budaya dan SDM antikorupsi, penguatan pengawasan internal, serta melibatkan partisipasi publik dalam pembangunan dan pengadaan barang jasa," tutur dia.
Sementara, pasangan nomor urut 02 mendapatkan pertanyaan terkait program untuk mengimplementasikan transformasi digital dalam lima tahun ke depan. Calon bupati nomor urut 02 Yuli Hastuti menyebut, ada beberapa langkah yang akan dilakukan yaitu dengan mendorong seluruh kantor urusan pemerintahan daerah baik di bidang pendidikan, pendidikan, hingga kesehatan untuk menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang terintegrasi.
Baca Juga: Siswa SMKN 6 Jogja Ditantang Hasilkan Produk Makanan Bebas Limbah, Begini Reaksi Mereka
Menurutnya, ke depan transformasi digital adalah sebuah keniscayaan. Dari tahun ke tahun Kabupaten Purworejo sudah mulai menyusun sistem digital mulai dari perencanaan hingga pengadaan barang jasa. "Itu untuk mendukung transformasi digital sekaligus transparansi dan keterbukaan dalam mendukung pemerintahan yang akuntabel, bersih dari korupsi," tambah calon wakil bupati nomor urut 02, Dion.
Di penghujung acara debat, kedua paslon diberikan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan. Dalam kesempatan itu, pasangan Yophi-Lukman menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan perubahan bagi kabupaten Purworejo. "Jangan sampai stagnan, harus maju, dan bisa bersaing dengan lainnya," ucap Lukman.
Selain itu, dia menginginkan pelayanan publik di Kabupaten Purworejo tidak berbelit-belit. Pun, berkomitmen untuk mengawal pembangunan di Purworejo agar tidak ada yang bermasalah. "Pemberantasan korupsi harus dimulai dari pemimpinnya. Kami akan mewakafkan jiwa raga untuk masyarakat Kabupaten Purworejo," tegasnya.
Sementara, pasangan Yuli-Dion juga berkomitmen untuk mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Purworejo. Mereka juga mengajak untuk mewujudkan pilkada yang sejuk adem dan bersih terbebas dari politik sara.
"Jika kami diberikan kesempatan untuk menjadi bupati dan wakil bupati, kami akan mewujudkan Purworejo yang 'berseri' (Purworejo berdaya saing, sejahtera, religius, dan inovatif). Sesuai visi kami," tandas Dion. (han)
Editor : Heru Pratomo