RADAR JOGJA - Nama Suswono, Calon Wakil Gubernur Jakarta, kini menjadi topik hangat di media sosial.
Baru-baru ini, ia menuai sorotan atas pernyataannya yang menyarankan agar janda kaya menikah dengan pemuda yang belum bekerja.
Namun, terlepas dari kontroversi tersebut, Suswono sebenarnya memiliki rekam jejak panjang dan prestasi gemilang di dunia pemerintahan, khususnya dalam sektor pertanian.
Suswono yang lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 20 April 1959, memulai karier sebagai dosen di Universitas Ibnu Khaldun Bogor sejak 1984 hingga 2022.
Lulusan Fakultas Peternakan IPB ini memiliki riwayat pendidikan yang solid sejak masa kecilnya. Ia adalah pelajar teladan Kabupaten Tegal pada 1978 dan aktif dalam organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Mengawali karier politiknya pada 2004, Suswono berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI, di mana ia menduduki posisi Wakil Ketua Komisi IV yang membawahi isu-isu pertanian, kehutanan, perikanan, dan pangan.
Prestasi politiknya kian cemerlang ketika pada 2009 ia diangkat sebagai Menteri Pertanian menggantikan Anton Apriyantono dalam kabinet pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam perannya sebagai Menteri Pertanian, Suswono berhasil meningkatkan PDB sektor pertanian hingga 3,01 persen dan menyerap 39,22 juta tenaga kerja di sektor tersebut. Bahkan, neraca perdagangan pertanian berhasil mencatatkan surplus hingga US $ 17,92 miliar.
Tak hanya sukses di dalam negeri, Suswono juga menerima penghargaan internasional atas kontribusinya dalam bidang pertanian.
Pemerintah Prancis menganugerahkan gelar Chevalier dans l’Ordre du Mérite Agricole kepada Suswono, mengukuhkan prestasinya di kancah global.
Dengan rekam jejak ini, Suswono menjadi figur yang patut diperhatikan dalam kancah politik Jakarta, membawa harapan baru untuk kontribusi positif di masa depan. Walaupun dirinya sempat dinilai blunder tetapi rekam jejak tidak biaa dihindari
Editor : Winda Atika Ira Puspita