KEBUMEN - Enam pekan jelang Pilkada 2024, segenap ulama serta para tokoh agama diajak menjadi bagian peneduh di tengah memanasnya tensi politik. Kehadiran ulama atau pemangku agama dianggap penting untuk menjaga kondisifitas wilayah.
Hal ini ditegaskan saat silaturahmi antara pejabat utama Polres Kebumen dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kebumen. Dalam pertemuan ini masing-masing sepakat dan satu persepsi untuk mensukseskan gelaran Pilkada 2024.
"Hari ini diharapkan sebagai langkah awal menciptakan iklim sejuk pada tahapan Pilkada," ungkap Wakapolres Kebumen, Kompol Muhammad Nurkholis, Jumat (11/10).
Nurkholis mengungkapkan, gelaran pilkada merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya tugas kepolisian, tapi juga semua unsur masyarakat. Termasuk didalamnya para ulama dan tokoh agama.
Baca Juga: Lima Calon Kepala Daerah Memilih Absen saat Deklarasi dan Penandatanganan Pilkada Damai DIY
Baca Juga: Gratis, Pemkot Jogja Gandeng Peradi Beri Layanan Konsultasi Hukum bagi Masyarakat dan Anggota Korpri
"Ulama juga wajib ikut menjaga dinginnya suhu politik untuk mewujudkan pesta demokrasi yang sehat," jelasnya.
Nurkholis menerangkan, institusi kepolisian memiliki tiga fungsi pokok. Yakni, menjaga keamanan dan ketertiban, penegakan hukum serta sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Menurutnya, ada kemiripian antara tugas kepolisian dan ulama, sama-sama mengajak dalam hal kebaikan.
Oleh karena itu, pada tahapan Pilkada 2024 ini polisi dan ulama saling mendukung serta melengkapi. Tidak lain demi pelaksanaan pilkada aman dan kondusif. "Saya mohon dukungan untuk tiga tugas pokok tersebut. Tentunya mengajak MUI dan tokoh agama bersama mensukseskan kontestasi pilkada," jelasnya.
Ketua MUI Kebumen Kyai Nursodik mengungkapkan, ketentraman negara memang mestinya harus dijaga bersama. Termasuk didalamnya ada peran ulama mengajak masyarakat untuk patuh terhadap peraturan. Dalam pertemuan itu MUI berkomitmen dan siap berkolaborasi dengan Polres Kebumen terkait kondusifitas Pilkada 2024. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo