JOGJA – Pengamat politik Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) M. Nastain mengungkapkan analisis terkait dampak pergeseran politik antara presiden saati ini Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto dalam konteks Pilkada 2024.
Dia menegaskan, PDIP tetap menjadi kekuatan utama dengan banyak petahana gubernur yang didukung, khususnya di Jawa Tengah. "Meski Jokowi masih memiliki pengaruh, posisinya tidak sekuat sebelumnya, sementara Prabowo belum mampu menampilkan kekuatan signifikan," kata Nastain pada Rabu (9/10).
Dia juga mencatat bahwa isu kesehatan Prabowo perlu diperhatikan dalam kontestasi Pilkada mendatang, Prabowo effect belum sekuat Jokowi effect.
Baca Juga: Seto Menyebut, Faktor Psikis Bebani Mental Pemain, Membuat PSIM Jogja Gagal Raih Hasil Positif di Tiga Laga
Lebih lanjut, Nastain menekankan pentingnya politik etik dalam pemilihan calon, dengan menghindari pendekatan transaksional yang bisa merusak integritas. “Politisi harus kembali pada politik etik dan menghindari cara-cara yang tidak transparan,” tegasnya.
Nastain juga menyoroti peran badan pengawas pemilu dalam mengawasi pemilu, menekankan perlunya ketegasan dalam menindak pelanggaran untuk menciptakan kontestasi demokrasi yang lebih adil. "Kami berharap agar provinsi Jawa dapat memainkan peran yang lebih besar di tingkat nasional, sehingga proses demokrasi berkualitas dan akuntabel," tegasnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Bawaslu dalam memastikan pengawasan pemilu yang efektif. Terutama terkait dengan ketidakjelasan dalam penegakan sanksi terhadap pelanggaran. (gun/pra)