BANTUL - Tiga pasangan calon (paslon) yang akan bersaing di Pilkada Bantul 2024 sudah mendatangi Kantor KPU di Jalan KH Wahid Hasyim, Palbapang, kemarin (23/9). Rombongan masing-masing paslon pun menampilkan berbagai atraksi dalam prosesi kedatangannya ke Kantor KPU.
Ketua KPU Bantul Joko Santosa mengatakan, pengundian nomor urut berjalan lancar. Rinciannya, Untoro-Wahyudi mendapatkan nomor 1, Halim-Aris nomor 2 dan Joko-Rony nomor 3. Nomor urut ini sudah ditetapkan dan dilanjutkan deklarasi damai masing-masing paslon.
Diharapkan kampanye dilakukan secara berbudaya dan tidak mengganggu kamtibmas. Tahapan selanjutnya dilakukan pelaporan awal dana kampanye dengan rekening khususnya. "Batasan maksimal yang disepakati paslon dana kampanye Rp 40 miliar, tidak boleh lebih," tegasnya.
Baca Juga: Disdukcapil Bantul Hanya Dijatah 2 Ribu Blangko E-KTP, tapi Kebutuhan Sebulan Capai 4 Ribu
Pantauan Radar Jogja di lokasi, paslon Joko Purnomo-Rony Wijaya menjadi yang pertama datang. Dengan menggunakan mobil jip, keduanya diantarkan hingga ke depan pintu gerbang KPU Bantul.
Joko-Rony mengenakan seragam kemeja warna biru langit. Sebelum memasuki Kantor KPU Bantul, terlebih dahulu ditampilkan tari-tarian penyambut.
Joko-Rony pun turut serta dalam melenggak-lenggok mengikuti irama tarian yang ditampilkan. Lantas keduanya memasuki ruangan rapat pleno pengundian nomor urut.
Paslon kedua yang hadir yakni Halim-Aris yang datang naik mobil hias layaknya bahtera. Keduanya seragam mengenakan kemeja warna putih dan celana cokelat.
Untuk Halim-Aris langsung memasuki ruangan, tidak ada tarian atau penampilan kesenian lainnya. Hanya diselingi dengan menyalami relawan yang turut hadir.
Untoro-Wahyudi menjadi paslon yang terakhir datang. Berbeda dengan dua paslon lainnya, paslon ini hanya datang dengan berjalan kaki. Didampingi puluhan relawannya, mereka atang sambil membawa sapu. Kedatangannya pun sambil menyapu jalan dengan diiringi musik yang bermodalkan galon dan sebagainya.
"Resik-resik, Bantul resik," ujar Untoro saat kedatangannya sambil menyapu (23/9). Menurutnya, mendapat nomor urut satu yang memiliki arti permulaan dan ketauhidan. Itu lantaran sesuai dengan perjalanannya bersama Wahyudi untuk menjadi Cabup-Cawabup Bantul.
Baca Juga: Mengenal Parka Heryadi, Mahasiswa Berprestasi UAJY yang Ikuti Konferensi di Australia
Disadarinya tanpa pertolongan Tuhan tidak mampu membawanya ke posisi sekarang. Dikatakan, memiliki tagline Bantul baru sejahtera yang butuh perubahan.
"Kekuatan dasar Bantul harus dipulihkan seperti petani, penggerak desa wisata, nelayan, dan guru," tegasnya. Itu dirasa penting untuk memajukan masyarakatnya agar lebih sejahtera lagi.
Diinginkan juga Bantul akan dibuat lebih inklusif. Terbuka terhadap kerja sama dengan siapa pun selama menguntungkan dan tidak menghilangkan jati diri Bantul.
Sementara Halim membeberkan, nomor urut dua yang ditakdirkan diterimanya, mengingatkannya kepada fitrah kemanusiaan dan amanat Ilahiah. Yakni mengabdi kepada Tuhan dan berbuat baik kepada umat manusia.
Selain itu, menurutnya, angka dua juga menujukkan keseimbangan. "Artinya kami ingin melanjutkan membangun tradisi pemerintahan daerah yang berkeadilan," tuturnya.
Seluruh warga Bantul harus mendapat pelayanan yang sama tanpa adanya diskriminasi. Angka dua juga menandakan insan Pancasila yang beragama dan berbudaya.
Agama dan budaya harus dikembangkan di Bantul agar warganya religius berbudaya. Halim-Aris memohon doa restu agar capaian pembangunan dapat dilanjutkan lagi menjadi satu tingkatan yang lebih baik.
"Derajat kesehatan dan kesehatan yang tinggi," ungkapnya. Bantul milik seluruh masyarakatnya sehingga dibutuhkan peran seluruh pihak untuk merealisasikan pembangunan lebih baik.
Di tempat yang sama, Joko Purnomo menyampaikan, semua nomor baik. Termasuk nomor yang didapatkan yakni nomor 3. Joko-Rony sendiri memiliki tagline Bantul yang lebih betul. Itu lantaran banyak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.
Di antaranya perihal meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Bantul. "Jangan sampai hanya bergantung pada APBN dan APBD Pemprov DIJ semata," ungkapnya. Pemberdayaan wilayah selatan Bantul dan kebudayaannya, sebagai upaya meningkatkan PAD. (rul/laz)
Editor : Heru Pratomo