RADAR JOGJA - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Gunungkidul kini bergabung ke Koalisi Gunungkidul Maju dengan mendukung pasangan calon Sutrisna Wibawa dan Sumanto. Koalisi Gunungkidul Maju ini terdiri dari Partai Nasdem, PKS, Gerindra, Prima dan Demokrat.
Padahal, sebelumnya DPC Demokrat dan DPC PDI Perjuangan telah menandatangani nota kesepakatan untuk berkoalisi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Menjelang pendaftaran, rupanya kedua partai itu terpaksa bercerai usai surat rekomendasi DPP Demokrat jatuh ke pasangan Sutrisna Sumanto.
Ketua DPC Demokrat Gunungkidul Hendry Ardianto mengatakan, pihaknya mengakui sebelumnya memang ada penjajakan koalisi antara partainya dengan partai berlogo banteng merah itu. Namun dia menilai itu bukan berkoalisi.”Kami sedang menjajaki komunikasi politik dengan tiap-tiap partai politik," ujar Hendry, Rabu (28/8).
Menurutnya, keputusan untuk mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati menjadi kewenangan DPP Demokrat. Pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya terhadap keputusan kepada DPP.
Dia juga memastikan, suara internal Demokrat tidak terpecah belah. Kader-kader di tingkat DPC menyatakan dukungan terhadap pasangan calon Sutrisna - Sumanto. Proses koalisi hingga akhirnya memutuskan untuk berpisah merupakan dinamika politik yang sudah biasa terjadi. "Kami kader yang tegak lurus dan berjenjang, apa yang sudah diputuskan ketua umum pasti akan kami laksanakan," lanjutnya.
Dia juga optimistis mampu menambah kekuatan untuk pasangan Sutrisna - Sumanto dalam konstestasi Pilkada 2024 mendatang.
Editor : Satria Pradika