KULON PROGO - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kulon Progo Hasto Wardoyo berpotensi turun gunung mencalonkan kembali sebagai Bupati Kulon Progo di kontestasi Pilkada 2024.
Secara aturan, regulasi perihal pencalonannya diperbolehkan walaupun sudah 2 kali menjabat.
Hal ini berkaca pada Pasal 19 Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Serta Walikota dan Wakil Walikota.
Perhitungan 1 kali masa jabatan, dihitung paling singkat 2,5 tahun atau 2 tahun 6 bulan.
Sehingga, kendati telah menjabat selama 2 periode, Hasto Wardoyo berpotensi dapat mencalonkan diri kembali.
Mengkonfirmasi hal ini, Radar Jogja meminta pernyataan Ketua KPU Kulon Progo Budi Priyana.
"Secara regulasi, selama periode kedua kurang dari 2,5 tahun masih bisa mencalonkan lagi," ucap Budi, saat dikonfirmasi Radar Jogja, Selasa (20/8/2024).
Jika dilihat dari rekam jejak Hasto Wardoyo, periode kedua jabatannya baru diselesaikan kurang lebih 2 tahun 2 bulan.
Artinya, dengan dasar regulasi yang ada Hasto Wardoyo memiliki potensi melenggang tanpa terkendala regulasi pencalonan.
Melihat kondisi politik, menjelang babak akhir sebelum pendaftaran calon bupati dan wakil bupati, beberapa koalisi mengalami perpecahan.
Ditambah hilangnya bakal calon bupati poros ketiga, Akhmad Basuki semakin menyempitkan pilihan calon.
Saat ini, terdapat 2 balon bupati yang tersisa, yaitu Novida Kartika Hadi dan Marija.
Balon Novida cukup mesra dengan PDI Perjuangan karena namanya telah muncul ke permukaan dengan mengantongi surat tugas.
Sedangkan Marija juga telah mendapat restu untuk pencalonannya.
Namun, kedua balon ini belum bersifat final. Lantaran, keduanya harus memenuhi beberapa syarat tersisa.
Hal ini diutarakan salah satu narasumber terpercaya yang tak ingin disebutkan namanya.
"Ada kemungkinan Hasto turun gunung," singkatnya.
Ia menjelaskan, percaturan elit politik tengah memanas akhir-akhir ini.
Bisa saja nama Hasto Wardoyo diusulkan dari PDI Perjuangan, menggeser nama Novida Kartika Hadi (NKH). Sedangkan, NKH menghilang dari bursa cabup dan cawabup.
Ataupun NKH membuat pusaran baru kembali, karena ceruk pemilih yang ia miliki cukup banyak.
Munculnya nama Hasto Wardoyo terjadi semenjak, berpulangnya Akhmad Basuki.
Banyak orang menganggap, "Berpulangnya Sang Penantang" membuat iklim politik berubah, dan kembali kehilangan jalan.
Lantaran, nama Akhmad Basuki cukup banyak menarik simpati masyarakat akhir-akhir ini.
Menanggapi isu namanya yang akan mencalonkan kembali, Hasto Wardoyo dengan santai menjawab perihal itu merupakan urusan Bapilu partai.
Dirinya sama sekali, tak menganggap serius perihal pencalonannya.
"Elektabilitas saya tinggi itu wajar, karena saya asli Kulon Progo, tetapi sekarang sudah banyak calon," ucap Hasto, pada pesan singkatnya dengan Radar Jogja, Selasa (20/8/2024).
Sebagai kepala BKKBN RI, Hasto cukup jelas menunggu keputusan presiden mengenai kelanjutannya mengisi kursi di kantornya saat ini.
Sehingga, saat ini dirinya belum memiliki gambaran jika harus kembali ke Kulon Progo.
Namun dirinya memastikan, dimana tempat bekerjanya nanti, Hasto akan berfokus pada pembangunan kualitas SDM. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva