BANTUL - Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bantul 2024 dihelat 27 November mendatang.
Sebelum pencoblosan, lebih dulu dilakukan tahapan kampanye. Nah, pada tahapan inilah potensi gesekan antar simpatisan politik sering terjadi.
Oleh karena itu Polres bantu mewanti-wanti akan potensi gesekan tersebut dapat diminimalisasi.
Karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Ada kerawanan di bidang politik yakni konflik antar kelompok simpatisan laskar yang rivalitas," ujar Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry, Selasa (22/7/2024).
Sebagaimana diketahui sejumlah partai politik di Bantul memiliki simpatisan atau laskar yang jumlah massanya tidak sedikit.
Hal ini bisa menjadi ancaman serius Kamtibmas.
Seperti halnya, rivalitas antar laska berwarna hijau dan merah umumnya yang acapkali rentan terhadap gesekan.
Meski Jeffry mengklaim belum didapati potensi kerawan tersebut di Kabupaten Bantul, namun tak menutup kemungkinan potensi itu bisa terjadi.
Misalnya saja kegiatan laskar dalam memberikan dukungan terhadap tokoh yang diusung menimbulkan gesekan akar rumput.
"Tetapi, sementara ini belum ada," tuturnya.
Kendati begitu, mantan Kasi Humas Polres Kulon Progo mengatakan, antisipasi dilakukan Polres Bantul.
"Salah satunya melakukan FGD (forum grup diskusi) cooling system guna mengingatkan kesiapan Pilkada yang aman, nyaman, dan damai," ujarnya.
Polres Bantul mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat di kabupaten ini untuk sama-sama menjadi cooling system dalam menghadapi pemilihan bupati dan wakil bupati pada Pilkada serentak 2024.
"Situasi yang aman, nyaman dan kondusif akan terwujud apabila seluruh masyarakat, peserta dan penyelenggara pemilu sama-sama berkomitmen menjaga situasi kamtibmas," ungkap Jeffry.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Bantul Didik Joko Nugroho menambahkan, untuk menghindari gesekan antar laskar parpol akan ada treatement lanjutan dari instansinya melalui imbauan yang ditujukan para parpol peserta Pilkada Bantul 2024.
Proses tersebut akan ditempuh untuk momentumnya akan diarahkan ketika mendekati masa kampanye.
Pimpinan parpol akan dikoordinasikan agar memastikan massa laskarnya tidak ada gesekan antar simpatisan yang terjadi nantinya.
"Itu (gesekan antar laskar parpol, Red) salah satu potensi kerawanan," imbuhnya.
Selain itu, akan dilakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh parpol terkait untuk menjaga kondusifitas selama Pilkada Bantul 2024.
Editor : Meitika Candra Lantiva